ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gangguan Penerbangan Merusak Kepercayaan dan Kondisi Psikis Wisatawan

Senin, 9 Februari 2026 | 23:08 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten. (Beritasatu.com/Wahroni)

Jakarta, Beritasatu.com – Laporan media perjalanan Travel and Tour World mencatat ada 4.284 keterlambatan dan 95 pembatalan penerbangan di sejumlah bandara Asia. Bandara internasional Soekarno-Hatta tercatat memiliki jumlah pembatalan tertinggi, yakni 20 penerbangan. Pengamat pariwisata mengatakan gangguan penerbangan dapat memengaruhi kepercayaan dan kondisi psikologis wisatawan. 

Pengamat pariwisata Universitas Andalas, Sari Lenggogeni, mengatakan keterlambatan dan pembatalan penerbangan tak boleh dipandang sebelah mata, karena sebenarnya menjadi fenomena umum yang perlu dianalisis berdasarkan faktor penyebab yang disampaikan maskapai dan otoritas penerbangan.

Sari menuturkan, gangguan jadwal penerbangan berdasarkan informasi yang beredar dipicu faktor cuaca dan kondisi atmosfer termasuk turbulensi di beberapa rute. Dampaknya lebih terasa pada jangka pendek hingga menengah, terutama pada persepsi risiko dan emosi wisatawan.

ADVERTISEMENT

'Yang saya khawatirkan ini bukan masalah dampak, tetapi pengaruh terhadap psikologis atau emosi. Kalau sudah ditunda, yang pasti itu emosi wisatawaan itu pasti akan berdampak mungkin marah, kecewa, marah, kesal, takut. Semuanya negatif," ungkap Sari, dilansir dari Antara, Senin (9/2/2026). 

Bandara merupakan titik awal pengalaman wisata yang membentuk kesan pertama pengunjung. Gangguan pada tahap ini berpotensi memengaruhi keseluruhan pengalaman perjalanan. Kondisi tersebut juga dapat memicu perubahan perilaku wisatawan, termasuk memperpendek durasi perjalanan hingga pembatalan mendadak yang berdampak pada permintaan hotel dan atraksi wisata.

"Bisa berubah atau terjadi namanya itu behavioral change atau perubahan perilaku. Wisatawan bisa akan memilih negara lain atau memperpendek waktu untuk berlibur atau perjalanan bisnisnya," tambah Sari. 

Senada dengan Sari, Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Azril Azhari, menekankan saat ini faktor keamanan dan kenyamanan perjalanan menjadi syarat utama bagi para pelaku perjalanan termasuk wisatawan. 

“Satu syarat bagi pengunjung adalah keamanan dalam perjalanannya hingga selama destinasi yang dituju,” kata Azril. 

Setelah Soekarno-Hatta, pada peringkat kedua diikuti Bandara Sabiha Gokcen di Istanbul, Turki dan Bandara Imam Khomeini di Teheran, Iran sebagai bandara dengan jumlah pembatalan tertinggi. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan, Pesawat Go Around di Bandara Soetta

Cuaca Buruk Ganggu Penerbangan, Pesawat Go Around di Bandara Soetta

BANTEN
Duh! Layang-layang Ganggu Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

Duh! Layang-layang Ganggu Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

LIFESTYLE

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon