Presiden Korsel Pastikan Keamanan Maksimal Konser BTS di Gwanghwamun
Kamis, 19 Maret 2026 | 04:58 WIB
Seoul, Beritasatu.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah menanggapi kontroversi terkait langkah pengamanan terkait konser akbar grup K-Pop ternama, Bang Tan Sonyeo (BTS) yang akan digelar pada Sabtu (21/3/2026) di Gwanghwamun Square dalam rangka perilisan album kelima terbarunya, Arirang.
Ia menyatakan pemerintah memberikan dukungan penuh, dengan mempersiapkan semua prosedur keamanan yang diperlukan secara menyeluruh.
“Kami melakukan persiapan penuh bekerja sama dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, kepolisian, dinas pemadam kebakaran, dan organisasi terkait untuk memastikan acara berlangsung dengan aman,” ujar Lee Jae Myung, dikutip dari Allkpop, Rabu (18/3/2026).
“Kami akan mempersiapkan setiap langkah dengan cermat, termasuk pengaturan lalu lintas dan pengendalian kerumunan sebelum dan sesudah konser, serta langkah-langkah tanggap darurat,” tambahnya.
Sebagai kepala negara, ia menekankan dirinya yakin warga Korea Selatan bisa tertib dan saling menjaga satu sama lain. Orang nomor satu di Korea Selatan itu meminta seluruh pengunjung, baik penonton konser atau pun pengunjung daerah sekitar lokasi konser untuk mematuhi arahan petugas keamanan di lokasi,
“Pastikan juga untuk melaporkan penjualan tiket ilegal yang mengganggu ketertiban pasar. Saya berharap penampilan BTS ini sekali lagi akan menunjukkan kekuatan budaya Korea dan menjadi momen istimewa yang akan dikenang di seluruh dunia,” pungkas Lee Jae Myung.
Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Seoul menyatakan telah menyiapkan pengamanan skala besar, salah satunya dengan mengerahkan setidaknya 6.500 polisi termasuk unit pengendali massa. Mengingat, sekitar 260.000 penonton diprediksikan akan memadati kawasan tersebut.
Selain itu, otoritas Seoul juga telah menetapkan 31 gedung di sekitar lokasi sebagai zona pengawasan prioritas tinggi. Sebagai langkah antisipasi, enam gedung di sekitar lokasi diminta menutup pintu masuk utama pada hari konser. Akses hanya dibuka melalui pintu belakang untuk mencegah pengintipan tanpa izin serta potensi pergerakan massa yang tak terkendali.
Pihak aparat juga menyiapkan 5.400 perangkat keamanan, seperti kendaraan pengintai ketinggian dan pagar lipat untuk mengatur arus penonton. Polisi juga disiagakan di sejumlah area distrik populer yang diprediksi menjadi lokasi konsentrasi penggemar, seperti Itaewon, Hongdae, dan Seongsu-dong, guna mengantisipasi lonjakan angka pengunjung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




