ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jelang Haji 2026, Ini Gangguan Kesehatan yang Harus Diwaspadai Jemaah

Sabtu, 11 April 2026 | 16:35 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Calon jemaah haji di Kota Madiun tengah menjalani pemeriksaan kesehatan.
Calon jemaah haji di Kota Madiun tengah menjalani pemeriksaan kesehatan. (ANTARA/HO/Diskominfo Kota Madiun)

Jakarta, Beritasatu.com – Jelang musim ibadah haji tahun ini, dokter spesialis kedokteran olahraga, dr Andi Kurniawan, mengingatkan sejumlah masalah kesehatan yang harus diwaspadai oleh jemaah karena aktivitas fisik yang berat serta kondisi lingkungan yang ekstrem selama ibadah haji dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada jemaah.

"Penyakit yang sering muncul atau kambuh meliputi diabetes melitus, hipertensi, dan penyakit jantung koroner," ujar dr Andi, dilansir dari Antara, Sabtu (11/4/2026). 

Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas fisik secara drastis dapat memicu kondisi hipoglikemia maupun hiperglikemia. Hipoglikemia merupakan kondisi ketika kadar glukosa darah turun di bawah batas normal, yakni kurang dari 70 mg/dL. Kondisi ini umumnya dialami oleh penderita diabetes, tetapi juga bisa terjadi pada orang tanpa riwayat penyakit tersebut.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, hiperglikemia terjadi ketika kadar glukosa darah meningkat sangat tinggi, yakni lebih dari 300 mg/dL. Dokter Andi menuturkan, kondisi ini dapat dipicu oleh stres dan pola makan yang tidak terkontrol selama menunaikan ibadah.

Selain itu, tekanan darah juga berpotensi meningkat akibat kelelahan fisik, dehidrasi, serta stres karena paparan suhu panas yang tinggi.

"Aktivitas fisik yang mendadak berat pada jemaah dengan faktor risiko metabolik juga dapat memicu serangan jantung akut," tambahnya. 

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, dr Andi mengimbau setiap calon jemaah haji menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan serta melakukan latihan fisik untuk meningkatkan daya tahan dan stamina tubuh.

Bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), penting untuk menyiapkan obat-obatan serta mengonsumsinya secara rutin sesuai anjuran dokter.

“Para jemaah harus membawa persediaan obat yang cukup selama perjalanan, setidaknya untuk 1,5 kali durasi ibadah, dan disimpan di tempat yang mudah dijangkau,” pungkas dr Andi. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

NASIONAL
Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

NASIONAL
Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

JAWA BARAT
3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

NASIONAL
Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

JAWA TIMUR
Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon