ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

7 Olahraga yang Dianjurkan Dilakukan Jemaah Haji Lansia

Kamis, 16 April 2026 | 18:00 WIB
SF
MF
Penulis: Sesilia Ayu Febriani | Editor: MF
Olahraga seperti jalan kaki, senam, bersepeda, dan yoga penting bagi lansia calon jemaah haji lansia.
Olahraga seperti jalan kaki, senam, bersepeda, dan yoga penting bagi lansia calon jemaah haji lansia. (Beritasatu.com/Gemini AI)

Jakarta, Beritasatu.com - Ibadah haji tidak semata menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kondisi fisik yang kuat untuk menjalani seluruh rangkaian ibadah dengan optimal.

Selama pelaksanaannya, jemaah diperkirakan menempuh jarak 5 hingga 15 kilometer per hari di bawah panasnya matahari Arab Saudi, sambil menjalani tawaf, sai, wukuf, hingga lempar jumrah dalam waktu yang padat.

Bagi calon jemaah lanjut usia atau lansia, tantangan ini jauh lebih berat. Kondisi tubuh yang tidak lagi prima, persendian yang mulai renta, dan kapasitas jantung yang menurun seiring usia membuat persiapan fisik menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

ADVERTISEMENT

Membangun stamina harus dimulai sejak jauh hari sebelum keberangkatan, bukan baru dipikirkan setelah tiba di Mekkah.

Olahraga bagi Calon Jemaah Haji Lansia

Berikut sejumlah olahraga yang direkomendasikan untuk calon jemaah haji lansia sebelum berangkat ke tanah suci:

1. Jalan santai

Jalan kaki adalah latihan fisik paling sederhana sekaligus paling relevan bagi calon jemaah haji lansia. Aktivitas ini langsung melatih kemampuan yang akan paling banyak digunakan selama prosesi ibadah di tanah suci. Jalan santai secara rutin terbukti memperkuat otot-otot kaki dan meningkatkan stamina secara bertahap.

Lansia dianjurkan memulai dengan jalan santai selama 30 menit setiap hari, lalu perlahan menambah durasi dan intensitasnya. Idealnya, latihan ini dilakukan minimal tiga hingga lima kali dalam seminggu. Konsistensi jauh lebih penting daripada durasi yang panjang namun tidak rutin.

2. Jalan cepat

Selangkah lebih jauh dari jalan santai, jalan cepat termasuk dalam kategori latihan aerobik yang sangat bermanfaat bagi lansia. Olahraga ini meningkatkan detak jantung, memperbaiki penyerapan oksigen oleh tubuh, dan memperkuat ketahanan kardiovaskular, tanpa memberikan tekanan berlebih pada persendian seperti halnya jogging atau lari.

Jalan cepat dilakukan selama 30 hingga 60 menit sebanyak tiga sampai lima kali dalam seminggu. Latihan ini sangat penting mengingat prosesi tawaf dan sai menuntut kemampuan berjalan dalam durasi panjang secara berturut-turut.

3. Senam lansia

Senam lansia menjadi salah satu pilihan olahraga kelompok yang sangat dianjurkan. Gerakannya dirancang dengan tempo lambat, mudah diikuti, dan tidak membebani tubuh secara berlebihan.

Dengan rutin mengikuti senam ini, otot-otot tubuh akan terbiasa bergerak aktif dan siap menghadapi ritme ibadah haji yang padat.

Bahkan telah tersedia senam haji Indonesia yang gerakannya terinspirasi dari gerakan salat dan prosesi ibadah haji. Senam ini cocok untuk semua usia, termasuk lansia, dan bisa menjadi sarana latihan sekaligus pembiasaan gerakan yang akan dilakukan di tanah suci.

4. Squat ringan

Prosesi sa’i dan tawaf menuntut kekuatan otot kaki sebagai penopang utama tubuh. Latihan squat ringan menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat otot bagian bawah tubuh, termasuk paha, betis, dan lutut.

Bagi lansia, squat tidak perlu dilakukan dengan beban atau dalam posisi yang ekstrim. Squat ringan menggunakan beban tubuh sendiri sudah cukup untuk melatih otot tungkai bawah, melenturkan lutut, dan memperbaiki pergelangan kaki.

Latihan ini juga membantu meningkatkan stabilitas dan koordinasi gerak, yang sangat dibutuhkan saat berjalan dalam kerumunan besar di Masjidil Haram.

5. Bersepeda

Bersepeda, baik di luar ruangan maupun menggunakan sepeda statis, adalah pilihan olahraga yang sangat cocok bagi lansia yang memiliki masalah pada lutut atau pergelangan kaki. Olahraga ini melatih otot kaki dan meningkatkan kapasitas paru-paru tanpa membebani sendi secara langsung.

Bersepeda dilakukan secara rutin, idealnya tiga kali seminggu, dengan durasi yang bertahap ditingkatkan. Kombinasi bersepeda dan jalan kaki menjadi paket latihan yang saling melengkapi untuk membangun stamina jemaah lansia secara menyeluruh.

6. Berenang

Berenang adalah olahraga yang memberikan latihan hampir seluruh kelompok otot tubuh sekaligus, dengan risiko cedera yang sangat rendah. Air memberikan daya apung yang mengurangi beban pada sendi, sehingga berenang menjadi pilihan ideal bagi lansia yang mengalami nyeri sendi atau osteoporosis ringan.

Selain memperkuat otot, berenang juga melatih pernapasan dan meningkatkan kapasitas jantung serta paru-paru. Stamina yang dibangun melalui latihan berenang secara rutin akan sangat membantu jemaah lansia dalam menghadapi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.

7. Yoga dan latihan keseimbangan

Yoga memberikan manfaat ganda bagi lansia yang akan berhaji, yakni meningkatkan fleksibilitas sendi sekaligus memperbaiki keseimbangan dan koordinasi tubuh. Lansia yang memiliki masalah persendian atau nyeri tertentu tetap dapat berlatih yoga dengan memilih gerakan-gerakan yang tidak terlalu ekstrim.

Latihan keseimbangan secara khusus juga sangat dianjurkan karena membantu membangun stabilitas tubuh, memperbaiki postur, dan meningkatkan mobilitas pergelangan kaki. Kemampuan keseimbangan yang baik akan melindungi lansia dari risiko terjatuh saat berdesakan dalam kerumunan jemaah di tanah suci.

Simulasi Berjalan dengan Alas Kaki Haji

Satu latihan yang kerap diabaikan tetapi sangat penting adalah simulasi berjalan menggunakan alas kaki yang akan dibawa ke tanah suci. Hal ini dilakukan untuk mencegah kaki lecet dan membantu adaptasi biomekanik kaki dengan jenis sandal atau sepatu yang akan dipakai selama beribadah.

Simulasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari durasi pendek lalu ditingkatkan sesuai kemampuan. Calon jemaah lansia bisa mencoba berjalan selama 20 hingga 30 menit menggunakan alas kaki haji mereka di sekitar lingkungan rumah, lalu secara perlahan menambah jaraknya dari waktu ke waktu.

Olahraga sebaiknya sudah dimulai minimal tiga bulan sebelum keberangkatan, dengan frekuensi minimal tiga hingga lima kali seminggu selama 30 menit per sesi. Sebelum memulai program latihan apapun, lansia dengan kondisi kesehatan tertentu seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung wajib berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Menjaga kebugaran bukan hanya soal kesiapan fisik semata. Bagi calon jemaah haji lansia, ia adalah bagian dari ikhtiar agar setiap langkah di tanah suci dapat dijalani dengan tenang, khusyuk, dan penuh makna.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

NASIONAL
Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

NASIONAL
Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

JAWA BARAT
3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

NASIONAL
Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

JAWA TIMUR
Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon