ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tak Melulu Harus ke RS, Gejala ISPA Ringan Bisa Ditangani di Rumah

Sabtu, 18 April 2026 | 21:30 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Ilustrasi penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Ilustrasi penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (Freepik.com/Freepik)

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagian gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) ternyata dapat ditangani secara mandiri di rumah. Infeksi pada saluran napas atas yang meliputi hidung hingga tenggorokan umumnya menimbulkan gejala seperti tenggorokan kering, suara serak, dan batuk.

"Pada dasarnya dia sebagian besar memang bisa ditangani di rumah, (dengan) istirahat, minum air hangat,” ujar dr Tjandra Yoga Aditama, dilansir dari Antara, Sabtu (18/4/2026). 

Menurut pria yang juga menjabat sebagai ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia tersebut, para penderita ISPA dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi cairan agar saluran pernapasan tidak kering. Selain itu, menghirup uap air tanpa tambahan obat juga dapat membantu meredakan keluhan.

ADVERTISEMENT

"Kalau orang yang ISPA itu bagus minum air yang banyak untuk membuat saluran napasnya jadi tidak kering, termasuk juga menghirup uap air tanpa obat,” tambahnya. 

Dokter Tjandra menambahkan, penggunaan obat penurun panas dan pereda batuk dapat dilakukan untuk membantu meredakan gejala. Namun, masyrakat diimbau untuk menggunakan obat antibakteri atau antivirus harus melalui konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. 

Apabila gejala ISPA tidak kunjung membaik setelah tiga hari, kemudian disertai penurunan kondisi tubuh atau munculnya sesak napas, pengidap ISPA sebaiknya langsung memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit. 

"Kalau keluhannya sudah sampai ke bawah, ke paru-paru, batuknya dalam lalu ada nyeri di dada, sesak napas, apalagi napasnya jadi cepat, itu bisa diduga mengarah ke arah pneumonia. Maka segera berobat ke pusat kesehatan terdekat," katanya.

Ia mengingatkan, cuaca panas dan perubahan cuaca secara mendadak yang belakangan ini kerap terjadi, pada dasarnya dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, termasuk ISPA.

“Itulah pentingnya menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit,” tutup dr Tjandra. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon