PPKM Level 3, Tingkat Okupansi Hotel dan Restoran di Bogor Stagnan
Jumat, 25 Februari 2022 | 19:10 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Tingkat okupansi hotel dan restoran di Kota Bogor berada dalam situasi stagnan di masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor Yuno Abeta Lahay menuturkan, selama PPKM level 3 sekitar 1 bulan terakhir, kondisi hotel dan restoran di Kota Bogor dalam kondisi stagnan.
"Tingkat kunjungan PPKM level 3 stagnan kisaran 50% hingga 55%. Angka itu tidak beranjak sejak 2 bulan terakhir," terang Yuno, Jumat (25/2/2022).
Kata dia, bila melihat kalender kunjungan wisata, Februari Maret, untuk kunjungan wisata ke Kota Bogor seharusnya cukup tinggi bisa di atas 80%.
"Untuk libur panjang akhir pekan besok pun kami belum bisa prediksi, kemungkinan okupansi bisa mencapai 50%," kata Yuno.
Baca Juga: Potensi Ekraf Bogor Masih Banyak Belum Terjamah
Dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 12/2022, aturan operasional restoran dan kafe hanya sampai pukul 21.00, dengan kapasitas maksimal 50% maksimal 1 meja untuk 2 orang. Waktu makan juga hanya berlaku sampai 60 menit.
Sementara untuk kafe dan restoran yang beroperasi malam hari hanya dibatasi pukul 18.00 - 00.00 WIB dengan kapasitas pengunjung hanya 25%, dan maksimal meja hanya 2 orang. Serta waktu makan maksimal 60 menit.
Fasilitas ruang pertemuan/ruang rapat/meeting room, dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar/ballroom diizinkan buka dengan memakai aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas maksimal 25%.
Serta, penyediaan makanan dan minuman pada fasilitas ruang pertemuan/ruang rapat/meeting room, dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar/ballroom disajikan dalam box dan tidak ada hidangan prasmanan.
Baca Juga: Pesta Rakyat Cap Go Meh Kota Bogor Digelar Secara Terbatas
Anak usia di bawah 12 tahun harus menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1) atau PCR (H-2).
Kata Yuno, pengaruh aturan PPKM itu tentunya ada, di mana okupansi hotel saat ini hanya berkisar 50% lantaran kecenderungan orang banyak mengurangi mengurangi mobilitasnya untuk berwisata.
Selain itu, menurut Yuno, kunjungan ke restoran juga akan berkurang karena masyarakat biasanya juga akan menghindari tempat yang berpotensi adanya kerumunan seperti restoran.
Di sisi lain, 110 hotel di Kota Bogor sebagian besar mengandalkan acara pemerintah atau lembaga dalam kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) yang saat ini juga mulai dikurangi.
Upaya yang dilakukan saat ini untuk menaikkan kunjungan hotel dan restoran dengan membuat promo-promo. Terlebih, kaya Yuno, untuk mengajak para pengusaha hotel dan restoran untuk fokus mendukung wisata dan bulan lagi mengandalkan MICE.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




