ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mahfud MD Sebut Pejabat Eselon I Tutup Akses Sri Mulyani Terkait Data Pencucian Uang

Rabu, 29 Maret 2023 | 18:40 WIB
H
AO
Penulis: Herman | Editor: AO
Menko Polhukam Mahfud MD memberikan paparan saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 29 Maret 2023.
Menko Polhukam Mahfud MD memberikan paparan saat mengikuti rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu, 29 Maret 2023. (ANTARA/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebut ada pihak yang menutup akses Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati terkait data yang disampaikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana.

Hal itu membuat ada kekeliruan pemahaman ketika Menkeu Sri Mulyani menyampaikan data-data terkait dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di lingkungan Kemenkeu.

"Dari keterangan Bu Sri Mulyani, saya ingin menjelaskan fakta dan nanti datanya bisa ambil di sini. Bahwa ada kekeliruan pemahaman Bu Sri Mulyani dan penjelasan Bu Sri Mulyani karena ditutupnya akses yang sebenarnya dari bawah, sehingga apa yang beliau jelaskan itu data yang diterima tanggal 14 (Maret) ketika bertemu dengan Pak Ivan (Kepala PPATK, Red)," kata Mahfud.

ADVERTISEMENT

Hal itu dikatakan Menko Polhukam saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR di Jakarta, Rabu (29/3/2023).

Mahfud menceritakan, Sri Mulyani sempat bertanya kepada jajaran eselon I Kemenkeu terkait temuan transaksi mencurigakan Rp 189 triliun yang dilaporkan PPATK. Namun. pejabat eselon I Kemenkeu malah membantah adanya temuan tersebut.

"Yang semula ketika ditanya oleh Bu Sri Mulyani, ini apa, kok, ada uang Rp 189 (triliun)?’ Pejabat tingginya yang eselon I bilang, oh nggak ada bu, di sini, tidak pernah ada," ungkap Mahfud.

Sri Mulyani lalu menunjukkan adanya surat dari PPATK sejak tahun 2020 soal transaksi mencurigakan Rp 189 triliun. Mendengar hal itu, baru kemudian pejabat eselon I Kemenkeu mengatakan akan melakukan penelitian lebih lanjut.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mahfud MD Kenang Juwono sebagai Ilmuwan Pertahanan Kelas Dunia

Mahfud MD Kenang Juwono sebagai Ilmuwan Pertahanan Kelas Dunia

NASIONAL
Mahfud MD Jadi Khatib Idulfitri di Al-Azhar, Ini Jadwalnya

Mahfud MD Jadi Khatib Idulfitri di Al-Azhar, Ini Jadwalnya

JAKARTA
KPK Jawab Mahfud MD Soal Penetapan Yaqut Jadi Tersangka

KPK Jawab Mahfud MD Soal Penetapan Yaqut Jadi Tersangka

NASIONAL
Mahfud MD Kritik Penetapan Tersangka Gus Yaqut

Mahfud MD Kritik Penetapan Tersangka Gus Yaqut

NASIONAL
Yusril: Parliamentary Threshold Tak Perlu Ada Lagi

Yusril: Parliamentary Threshold Tak Perlu Ada Lagi

NASIONAL
Tarawih di Istiqlal, Abdul Mu'ti hingga Mahfud MD Jadi Penceramah

Tarawih di Istiqlal, Abdul Mu'ti hingga Mahfud MD Jadi Penceramah

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT