Layang-Layang Ancam Keamanan Jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Sabtu, 22 Juli 2023 | 19:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat terjadinya sejumlah insiden saat uji coba Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang tengah dilakukan saat ini menjelang beroperasi pada 18 Agustus 2023. PT KCIC menyebut insiden itu sangat berbahaya terhadap operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan sejak dilakukan pengujian, telah terjadi beberapa kali insiden benda asing tergantung pada jaringan listrik aliran atas (LAA), terutama di area antara Stasiun Padalarang hingga Stasiun Tegalluar. Hal itu karena banyak masyarakat yang bermain layang-layang di dekat jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau KA Cepat.
Menurut dia, benda asing pada LAA dapat dikategorikan berdasarkan jenis materi menjadi benda penghantar dan isolator. Benda penghantar meliputi bahan seperti kertas timah dan tali layang yang mengandung kawat logam.
Benda-benda ini, kata dia, ketika tergantung pada saluran listrik, dengan mudah dapat menyebabkan korsleting dan pemutusan sirkuit.
Sementara benda isolator seperti kain plastik dan layang-layang, ketika terkena angin kencang, sangat mudah terjerat pada LAA dan menyebabkan kerusakan pada pantograf yang berfungsi sebagai transmisi daya listrik untuk mengoperasikan kereta.
"Pada kasus ringan, jika terjadi gangguan dari benda asing, pantograf dapat rusak dan KA Cepat berhenti. Pada kasus yang lebih serius, dapat menyebabkan putusnya kabel LAA dan pemadaman listrik, yang mana hal tersebut dapat mengganggu keseluruhan operasional perjalanan," kata Eva dalam pernyataannya yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (22/7/2023).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




