Periksa Azis Syamsuddin, KPK Usut Penerimaan Fasilitas Selama di Tahanan
Rabu, 22 Mei 2024 | 13:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa mantan Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin, Selasa (21/5/2024). Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) di rumah tahanan negara (rutan) cabang KPK.
Melalui Azis, KPK mendalami dugaan adanya salah satu tahanan yang berperan sebagai koordinator pengumpulan uang di rutan KPK. Azis diduga memiliki informasi yang dibutuhkan penyidik mengenai sosok tahanan tersebut.
"Saksi hadir dan dikonfirmasi antara kaitan dugaan adanya salah satu tahanan yang ditunjuk sebagai koodinator pengumpulan sejumlah uang dari para tahanan yang ada di lingkungan rutan cabang KPK," ungkap Ali Fikri.
KPK juga mendalami dugaan penerimaan fasilitas selama Azis menjadi tahanan KPK. Fasilitas itu diduga didapat karena membayar uang ke para tersangka kasus pungli rutan KPK.
"Didalami juga kaitan dugaan penerimaan fasilitas selama ditahan di rutan cabang KPK karena telah memberikan sejumlah uang untuk tersangka AF dan kawan-kawan," ujar Ali Fikri.
KPK mengungkapkan tarif pungli terhadap para tahanan yang ingin mendapatkan fasilitas lebih bervariasi. Tarifnya mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.
"Memberikan fasilitas eksklusif berupa percepatan masa isolasi, layanan menggunakan handphone dan power bank, hingga informasi sidak," tutur Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur.
Di lain sisi, para tahanan KPK yang tidak membayar pungli tidak memperoleh keistimewaan. Mereka justru diperlakukan tidak nyaman karena tidak membayar.
"Bagi para tahanan yang tidak atau terlambat menyetor diberikan perlakuan yang tidak nyaman di antaranya kamar tahanan dikunci dari luar, pelarangan dan pengurangan jatah olah raga, dan mendapat tugas jatah jaga dan piket kebersihan yang lebih banyak," ujar Asep.
"Besaran uang untuk mendapatkan layanan-layanan tersebut bervariasi dan dipatok mulai dari Rp 300.000 sampai dengan Rp 20 juta," lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




