ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Temui Negosiator Pembebasan Pilot Susi Air, Kapolri Apresiasi Penggunaan Soft Approach

Selasa, 24 September 2024 | 16:27 WIB
SW
DM
Penulis: Stefani Wijaya | Editor: DM
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan tim pembebasan sandera Pilot Susi Air kapten Philip Mark Mehrtens.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan tim pembebasan sandera Pilot Susi Air kapten Philip Mark Mehrtens. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bertemu dengan tim pembebasan sandera pilot Susi Air kapten Philip Mark Mehrtens. Kapolri juga memberikan apresiasi kepada negosiator dan seluruh jajaran yang berperan dalam operasi pembebasan tersebut.

Menurut Sigit, operasi penyelamatan itu mengedepankan soft approach melalui upaya negosiasi karena keselamatan pilot merupakan prioritas utama.

"Saya sangat mengapresiasi karena tim ini menggunakan pendekatan soft approach. Kita tahu, dalam operasi pembebasan ini keselamatan sandera merupakan prioritas utama. Alhamdulillah, sandera dapat bebas dengan aman dan selamat. Kondisinya pun dalam keadaan sehat ketika kembali," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (24/9/2024).

ADVERTISEMENT

Dalam pertemuan itu, Kapolri mendengarkan cerita detik-detik pembebasan pilot Susi Air dari tim pembebasan tersebut.

Turut hadir mendampingi kapolri, yaitu Astamaops Kapolri Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca, Wakapolda Papua sekaligus Kaops Damai Cartenz Brigjen Faizal Ramadhani, Kabid TIK Polda Papua sekaligus Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata, Kapolres Mimika Polda Papua AKBP I Komang Budiartha.

Sementara itu, dari tim negosiator pembebasan pilot Susi Air, yaitu Edison Gwijangge, Yospian Wandikbo, dan Erlina Gwijangge.

Diketahui, Philip Mark Mehrtens disandera Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023. Pesawat komersial kecil milik Susi Air yang dipilotinya diserang saat mendarat di bandara perintis di Distrik Paro, Nduga, Papua.

Sebagai syarat pembebasan, kelompok Egianus menuntut pengakuan kemerdekaan Papua dari Indonesia. Mereka mengancam akan mengeksekusi Mehrtens jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

Pada 3 Agustus 2024, juru bicara TPNPB-Organisasi Papua Merdeka (OPM) Sebby Sambom menyatakan KKB Egianus Kogoya telah menyepakati pembebasan Mehrtens dalam jangka waktu satu hingga dua bulan. Pada 17 September 2024, Sebby kembali menyebarkan proposal pembebasan yang ditandatangani Panglima Tinggi TPNPB-OPM Terryanus Satto, dengan pembebasan akan dilakukan tanpa tuntutan dan fasilitasi dari Dewan Gereja.

Akhirnya, Philip dijemput tim gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 di Kampung Yuguru, Distrik Maibarok, Kabupaten Nduga pada Sabtu (21/9/2024).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon