ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dewi Astutik Buron Interpol, Ini 5 Bandar Narkoba Besar di Indonesia

Rabu, 28 Mei 2025 | 11:45 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Simak bebera bandar narkoba terbesar di Indonesia.
Simak bebera bandar narkoba terbesar di Indonesia. (Antara/Aditya Pradana Putra)

Jakarta, Beritasatu.com - Nama Dewi Astutik baru-baru ini mencuat ke publik setelah dinyatakan sebagai buronan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan masuk dalam Red Notice Interpol.

Perempuan asal Ponorogo ini menjadi sorotan karena diduga sebagai otak di balik penyelundupan dua ton sabu-sabu senilai Rp 5 triliun.

Kasus yang menyeret Dewi Astutik ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman dari para bandar narkoba di Indonesia. BNN berhasil mengungkap penyelundupan sabu besar-besaran melalui kapal MT Sea Dragon Tarawa.

ADVERTISEMENT

Dari operasi itu, petugas menemukan dua ton sabu dan mengaitkan nama Dewi Astutik sebagai pelaku utama. Sejak tahun 2024, ia resmi masuk daftar buronan internasional dengan Red Notice dari Interpol. Kasus ini menjadi perhatian luas karena skala operasinya yang melibatkan jaringan narkotika internasional.

Bandar Narkoba Terbesar di Indonesia yang Dihukum Mati

Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat tegas terhadap pelaku kejahatan narkoba. Para bandar narkoba yang tertangkap biasanya berakhir di kursi pesakitan dan banyak yang akhirnya dieksekusi mati. Berikut ini lima bandar narkoba terbesar yang pernah beroperasi di Indonesia:

1. Muhammad Nasir

Muhammad Nasir adalah bandar narkoba yang meski sudah berada di dalam penjara, tetap mengendalikan penyelundupan narkoba. Ia dijatuhi hukuman mati setelah terbukti menyelundupkan 16 kilogram sabu dari Rutan Salemba. Setelah dipindah ke Lapas Rajabasa, ia kembali beraksi dengan menyelundupkan ribuan pil ekstasi.

2. Freddy Budiman

Freddy Budiman dikenal sebagai bandar narkoba legendaris yang memproduksi sabu dari balik jeruji besi. Pada 2013, ia bahkan mendirikan pabrik sabu di dalam Lapas Cipinang. Freddy dieksekusi mati di Nusakambangan pada 29 Juli 2016 setelah bertahun-tahun menjalankan jaringan narkotika skala besar.

3. Meirika Franola

Meirika Franola, atau Ola, dikenal karena kemampuannya menyelundupkan narkoba lintas negara. Ia pertama kali tertangkap karena menyelundupkan heroin dan kokain ke London. Setelah mendapat grasi dari Presiden, ia kembali menjalankan bisnis haram dan akhirnya dijatuhi hukuman mati lagi.

4. Raheem Agbaje Salami

Warga negara Nigeria ini tertangkap di Bandara Juanda dengan membawa lima kilogram heroin. Raheem menjalani hukuman penjara sebelum akhirnya dieksekusi mati di Nusakambangan tahun 2015. Ia sempat berharap menjadi orang terakhir yang dieksekusi karena kasus narkoba di Indonesia.

5. Hossein Salari Rashid

Hossein adalah bandar narkoba jaringan internasional asal Iran yang menyelundupkan 402 kilogram sabu melalui jalur laut. Penyelundupan bernilai Rp 400 miliar ini berhasil digagalkan oleh Satgas Merah Putih. Dari 14 terdakwa, hanya Hossein yang dijatuhi hukuman mati.

Kasus Dewi Astutik kembali membuka mata kita bahwa peredaran narkoba di Indonesia masih menjadi ancaman serius. Para bandar narkoba seperti Dewi Astutik dan lainnya menunjukkan bagaimana jaringan narkotika internasional bisa menjangkau hingga ke pelosok negeri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dewi Astutik Jadi Bos Kartel Narkoba Direkrut Pria Asal Nigeria

Dewi Astutik Jadi Bos Kartel Narkoba Direkrut Pria Asal Nigeria

JAKARTA
Ini Fakta-fakta Penangkapan Gembong Sabu Dewi Astutik

Ini Fakta-fakta Penangkapan Gembong Sabu Dewi Astutik

NASIONAL
Dewi Astutik Tertangkap, BNN Kian Dekat ke Fredy Pratama?

Dewi Astutik Tertangkap, BNN Kian Dekat ke Fredy Pratama?

NASIONAL
Dari Ponorogo ke Golden Triangle: Kisah Buronan Sabu Dewi Astutik

Dari Ponorogo ke Golden Triangle: Kisah Buronan Sabu Dewi Astutik

NASIONAL
Bea Cukai Ungkap Jejak Dewi Astutik sang Gembong Narkoba Sabu

Bea Cukai Ungkap Jejak Dewi Astutik sang Gembong Narkoba Sabu

BANTEN
Ringkus Dewi Astutik, BNN: Tak Ada Tempat Aman bagi Bandar Narkotika

Ringkus Dewi Astutik, BNN: Tak Ada Tempat Aman bagi Bandar Narkotika

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon