Ini Profil Bupati Koltim Abdul Aziz: Eks Polisi, Harta Rp 7 Miliar
Kamis, 7 Agustus 2025 | 14:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Kali ini, yang terjaring adalah Abdul Aziz, bupati Kolaka Timur (Koltim), Sulawesi Tenggara.
Informasi ini dikonfirmasi langsung oleh Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, pada Kamis (7/8/2025). Dalam OTT tersebut, Abdul Aziz tidak ditangkap sendirian.
Sejumlah pihak lain juga ikut diamankan oleh tim penyidik KPK. Namun hingga kini, identitas maupun jumlah mereka masih dirahasiakan.
Sesuai prosedur hukum, semua pihak yang terjaring OTT akan menjalani pemeriksaan awal selama 1x24 jam. Nantinya, hasil pemeriksaan akan menentukan status hukum masing-masing, apakah ditetapkan sebagai tersangka atau masih berstatus saksi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, mengatakan bahwa seluruh detail hasil OTT akan diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers.
"Barang bukti, jumlah pihak yang diamankan, hingga konstruksi perkara akan kami sampaikan lengkap," ujarnya.
Profil Abdul Aziz
Dilansir dari laman resmi Kabupaten Kolaka Timur, Abdul Aziz lahir di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, pada 5 Januari 1986. Karier profesionalnya dimulai saat ia mengikuti pendidikan Diktukba Polri SPN Batua dan lulus pada tahun 2004.
Ia kemudian bertugas di Polda Sulawesi Tenggara, tepatnya di Subdirektorat I Direktorat Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam), dengan pangkat terakhir Aipda (Ajun Inspektur Polisi Dua).
Namun, perjalanan hidup Abdul Aziz berbelok ke dunia politik setelah ia memutuskan mundur dari kepolisian.
Ia melanjutkan pendidikannya dengan meraih gelar sarjana dari Universitas Sulawesi Tenggara pada 2016 dan menyelesaikan program S-2 di kampus yang sama pada 2023.
Sebelum menjabat sebagai bupati Kolaka Timur, Abdul Aziz lebih dulu menjabat sebagai wakil bupati Koltim dari 24 Agustus 2022 hingga 27 November 2023. Ia juga sempat menjabat sebagai Plt bupati Kolaka Timur.
Tak hanya di pemerintahan, Abdul Aziz juga aktif dalam organisasi. Ia menjabat sebagai ketua KONI dan ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Kolaka Timur.
Beberapa penghargaan sempat diraih oleh Abdul Aziz, antara lain:
- Pemimpin Daerah Inovatif 2022 dari Kendari Pos Award.
- Innovative Leader with a Passion for the Community dari Seven Media Asia tahun 2023.
Kekayaan Abdul Aziz
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 28 Maret 2024, Abdul Aziz memiliki total kekayaan sebesar Rp 7.217.149.804.
Rincian kekayaannya meliputi:
Tanah dan bangunan di Kota Kendari dan Kota Mamuju senilai Rp 5,9 miliar
Kendaraan bermotor senilai sekitar Rp 900 juta, terdiri dari:
- Toyota Hilux: Rp 400 juta
- Toyota Venturer: Rp 400 juta
- Motor KTM 85 SX: Rp 101 juta
- Motor Yamaha BJ8: Rp 13 juta
Jumlah kekayaan tersebut menjadikannya salah satu kepala daerah yang cukup tajir di Sulawesi Tenggara.
Kasus OTT yang menjerat Abdul Aziz menambah panjang daftar kepala daerah yang terlibat dugaan tindak pidana korupsi. Sosok yang pernah menjadi polisi dan kini menjabat sebagai bupati Kolaka Timur itu memiliki perjalanan karier yang cukup menarik, dengan kekayaan mencapai lebih dari Rp 7 miliar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




