ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

KPK Cari 3 Mobil Mewah Eks Wamenaker Noel yang Disembunyikan Pasca-OTT

Rabu, 27 Agustus 2025 | 09:09 WIB
YP
SM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: SMR
Tersangka Kasus dugaan pemerasan pengurusan Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang juga Wakil Menteri Ketenegakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel bersama 10 tersangka lain, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jum'at 22 Agustus 2025.
Tersangka Kasus dugaan pemerasan pengurusan Sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), yang juga Wakil Menteri Ketenegakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan alias Noel bersama 10 tersangka lain, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jum'at 22 Agustus 2025. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang memburu tiga mobil mewah eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Noel yang diduga kuat terkait dengan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja atau K3 di Kemenaker. 

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan ketiga mobil mewah Noel tersebut diduga disembunyikan setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Rabu-Kamis, 20-21 Agustus 2025. 

"Penyidik mendapatkan informasi terdapat sejumlah mobil yaitu Land Cruiser, Mercy, dan BAIC yang dipindahkan dari rumah dinas wamenaker, pascakegiatan tangkap tangan. Saat ini penyidik masih melakukan penelusuran lokasi keberadaan kendaraan-kendaraan tersebut," ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (26/8/2025).

ADVERTISEMENT

Budi mengingatkan pihak-pihak yang memindahkan mobil tersebut agar koperatif menyerahkan mobil tersebut. Pasalnya, langkah pemindahan tersebut memiliki konsekuensi hukum.

"Kepada pihak-pihak yang memindahkan, KPK mengimbau agar kooperatif dan segera menyerahkan kendaraan tersebut untuk diperiksa dan diteliti oleh penyidik," tegas Budi.

KPK sebelumnya menyita mobil Toyota Alphard dan empat ponsel setelah melakukan penggeledahan rumah dinas wamenaker yang ditempati Noel di Pancoran, Jakarta Selatan. KPK akan menelusuri asal usul mobil Alphard tersebut serta mengklarifikasi langsung ke Noel pada saat pemeriksaan tersangka.

Menariknya, empat ponsel Noel ditemukan di plafon rumahnya dan diduga ada upaya untuk menyembunyikan. 

"Nanti kami akan tanyakan tentunya ya dalam proses pemeriksaan apakah memang sengaja disembunyikan atau memang menaruh handphonenya di plafon, ya tentu nanti dalam proses pemeriksaan kepada yang bersangkutan itu juga akan ditanyakan," jelas Budi.

Lebih lanjut, Budi mengatakan pihaknya juga akan mendalami dan memeriksa informasi dan komunikasi di dalam barang bukti elektronik tersebut (BBE). Menurut Budi, barang bukti yang disita menjadi bahan pengayaan dan pelengkap dalam proses penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat K3 di Kemenaker.

"Termasuk juga isi dari BBE tersebut nanti akan kita buka, kita akan melihat informasi-informasi dalam BBE tersebut yang tentu akan menjadi petunjuk, akan menjadi barang bukti bagi penyidik untuk mengungkap perkara ini," pungkas Budi.

Hingga saat ini, KPK setidaknya sudah mengamankan dan menyita sejumlah barang bukti dari Noel, yakni motor Ducati Scrambler, mobil Alphard, empat hand phone, dan tiga mobil mewah lainnya yang sedang diburu. KPK akan terus melakukan penyidikan termasuk penggeledahan dan penyitaan terhadap barang-barang yang diduga kuat terkait dengan kasus pemerasan K3.

Diketahui, KPK telah menetapkan dan menahan 11 tersangka dalam kasus pemerasan pengurusan sertifikasi K3 di Kemenaker, termasuk mantan Wamenaker Immanuel Ebenezer atau biasa dikenal Noel. Dari kasus tersebut, para tersangka berhasil mengumpulkan uang hasil pemerasan sebesar Rp 81 miliar. 

Uang tersebut dibagikan ke sejumlah pihak dan Irvian mendapatkan jatah terbanyak, yakni sebesar Rp 69 miliar. Sementara Noel selaku Wamenaker menerima jatah pemerasan Rp 3 miliar. Selain duit Rp 3 miliar, Noel juga mendapatkan satu motor Ducati.

KPK menyebutkan kasus pemerasan pengurusan K3 ini telah berlangsung sejak 2019. Uang pengurusan yang seharusnya cuma Rp 275.000 melonjak menjadi Rp 6 juta. Modus pemerasan yang dilakukan Noel Cs, adalah memperlambat, mempersulit, atau bahkan tidak memproses permohonan pembuatan sertifikasi K3 bagi pihak yang tidak membayar lebih.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Eks Wamenaker Noel Disidang Senin Depan, Ini 3 Hakim yang Mengadilinya

Eks Wamenaker Noel Disidang Senin Depan, Ini 3 Hakim yang Mengadilinya

NASIONAL
Kasusnya P-21, Eks Wamenaker Noel Datangi KPK Pakai Peci dan Serban

Kasusnya P-21, Eks Wamenaker Noel Datangi KPK Pakai Peci dan Serban

NASIONAL
KPK Kembalikan Mobil Alphard yang Disita dari Noel, Ini Alasannya

KPK Kembalikan Mobil Alphard yang Disita dari Noel, Ini Alasannya

NASIONAL
Menaker Yassierli: Pegawai Terindikasi Korupsi Akan Saya Copot!

Menaker Yassierli: Pegawai Terindikasi Korupsi Akan Saya Copot!

NASIONAL
Ungkap Penyesalan, Noel Tegaskan Dukung KPK-Prabowo Berantas Korupsi

Ungkap Penyesalan, Noel Tegaskan Dukung KPK-Prabowo Berantas Korupsi

NASIONAL
Eks Wamenaker Noel: Saya Akui Salah dan Siap Bertanggung Jawab!

Eks Wamenaker Noel: Saya Akui Salah dan Siap Bertanggung Jawab!

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon