Banjir dan Longsor di Indonesia Jadi Rutinitas Tahunan
Kamis, 20 November 2025 | 11:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Banjir dan tanah longsor merupakan bencana hidrometeorologi paling umum di Indonesia. Bencana ini sering terjadi berulang kali di lokasi yang sama akibat kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Indonesia memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana ini, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi dan kondisi geologis tanah lapuk.
Merujuk data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan tinggi pada November dan Desember berpotensi memicu banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga puting beliung.
Zona dengan risiko tertinggi berada di wilayah selatan Indonesia. Mulai dari Sumatera bagian selatan, Jawa bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, hingga Papua.
BNPB mendata, ada 2.461 kejadian bencana alam di Indonesia periode 1 Januari-25 September 2025. Banjir jadi yang terbanyak dengan total 1.256 kejadian. Selain itu selaa periode 1 Januari 2025 - 20 November 2025 terjadi 214 kejadian tanah longsor.

Terjangan Banjir
Banjir sudah menerjang sejulah wilayah, terutama di Pulau Jawa. Ratusan hektare tanaman padi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur dan Pangandaran, Jawa Barat mengalami gagal panen akibat terdampak banjir luapan aliran Sungai Kalilamong. Akibatnya kini para petani menelan pil pahit karena merugi jutaan rupiah akibat kondisi tersebut.
"Luasan terdampak wilayah hampir seluruh pertanian, 216 hektare terendam semua," kata Kepala Desa Gluranploso Laman saat ditemui Beritasatu.com, Senin (17/11/2025).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




