Siklon Tropis Senyar Tidak Lazim di Selat Malaka, Ini Penjelasan BMKG
Kamis, 27 November 2025 | 08:58 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan siklon tropis senyar merupakan fenomena yang tergolong tidak umum terjadi di wilayah Selat Malaka, mengingat posisi Indonesia yang berada dekat garis ekuator sehingga secara teoritis tidak mendukung terbentuknya maupun lintasan siklon tropis.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani mengatakan, meski Indonesia bukan jalur umum siklon tropis, dalam 5 tahun terakhir cukup banyak sistem siklon yang bergerak mendekati kawasan Tanah Air dan menimbulkan dampak signifikan, termasuk siklon tropis senyar.
“Fenomena seperti siklon tropis senyar tidak umum terjadi di perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai berdampak pada daratan. Karena itu BMKG menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat,” ujar Andri di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (27/11/2025).
Ia menjelaskan, anomali iklim global dan dinamika atmosfer regional dapat meningkatkan peluang terbentuknya sistem tekanan rendah dan bibit siklon yang kemudian berevolusi menjadi siklon tropis di wilayah sekitar Indonesia, termasuk yang berada dekat jalur ekuator.
BMKG menilai cuaca ekstrem akibat senyar tidak hanya memicu hujan intensitas tinggi dan angin kencang, tetapi juga berpotensi menyebabkan banjir, banjir pesisir (rob), tanah longsor, serta gangguan transportasi darat maupun laut.
Siklon tropis senyar merupakan bibit siklon tropis 95B yang berkembang sejak 21 November 2025 di perairan timur Aceh, tepatnya di Selat Malaka. Dampaknya, wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mengalami hujan harian dalam sepekan terakhir yang memicu banjir bandang dan longsor dengan kerusakan pada sejumlah kabupaten dan kota.
Andri menekankan pentingnya peran pemerintah daerah untuk memantau kondisi cuaca secara berkala serta menyiapkan langkah mitigasi berbasis risiko, khususnya di daerah rawan bencana hidrometeorologi.
Ia juga mengimbau nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir agar memperhatikan peringatan gelombang tinggi demi menghindari area berisiko dan menyesuaikan aktivitas di laut.
BMKG memastikan pemantauan terhadap siklon tropis senyar berlangsung intensif, dan pembaruan informasi akan terus disampaikan melalui kanal resmi sebagai bagian dari upaya memperkuat peringatan dini kepada publik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




