ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kebakaran Panti Wreda Manado, Polda Sulut Identifikasi 16 Korban

Selasa, 30 Desember 2025 | 05:53 WIB
CR
HH
Penulis: Candle Heiner Rogaga | Editor: HP
Tampak bangunan panti wreda yang berlokasi di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, seusai terbakar pada Minggu, 28 Desember 2025 malam. Saat ini polisi masih mengidentifikasi 16 jenazah korban kebakaran.
Tampak bangunan panti wreda yang berlokasi di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara, seusai terbakar pada Minggu, 28 Desember 2025 malam. Saat ini polisi masih mengidentifikasi 16 jenazah korban kebakaran. (Beritasatu.com/Candle Heiner Rogaga)

Manado, Beritasatu.com - Polda Sulawesi Utara (Sulut) bersama Polresta Manado mengerahkan tim gabungan untuk menangani tragedi kebakaran panti wreda yang berlokasi di Kelurahan Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Sulawesi Utara. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Minggu (28/12/2025) malam dan menewaskan 16 orang penghuni panti.

Tim gabungan yang diturunkan terdiri dari personel Inafis Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor), serta Tim Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulut. Seluruh tim bekerja secara terpadu untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus proses identifikasi para korban.

Dalam konferensi pers yang digelar di RS Bhayangkara Tingkat III Manado, Senin (29/12/2025) siang, Kepala Bidang Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan menyampaikan, kapolda Sulut telah memberikan instruksi langsung untuk melakukan penanganan maksimal.

ADVERTISEMENT

Akibat kebakaran tersebut, seluruh korban dinyatakan meninggal dunia. Dari 16 korban, sebanyak 15 jasad dilaporkan dalam kondisi tidak dapat dikenali secara visual. Kepala Bidang Dokkes Polda Sulut, AKBP dr Tasrif menjelaskan, tim medis dan forensik langsung bergerak cepat untuk melakukan tahapan awal identifikasi.

"Kami berhasil mengevakuasi sebanyak 16 kantong jenazah ke RS Bhayangkara Manado," bebernya.

Menurut dr Tasrif, proses identifikasi para korban kebakaran panti wreda Manado tidak dapat dilakukan menggunakan metode sidik jari karena kondisi jasad yang terbakar cukup parah. Oleh karena itu, tim memutuskan menggunakan metode identifikasi DNA. Sampel biologis dari para korban akan dikirim ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan laboratorium lanjutan.

Sementara itu, Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid menegaskan, penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih terus berlangsung.

"Kami dibantu Polda Sulut sementara melakukan olah TKP. Mudah-mudahan nanti akan ada hasilnya dan akan kami sampaikan kembali kepada masyarakat," jelasnya.

Polda Sulut juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga para korban. Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan menegaskan komitmen kepolisian untuk menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

"Kapolda Sulut dan jajaran menyampaikan turut berduka cita dan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan," pungkasnya.

Tragedi kebakaran panti wreda Manado ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum sekaligus pengingat pentingnya aspek keselamatan di fasilitas sosial yang menampung kelompok rentan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon