Kebakaran Panti Wreda Manado, DPR Dorong Reformasi Keamanan
Selasa, 30 Desember 2025 | 13:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tragedi kebakaran yang menewaskan 16 lansia di Panti Wreda Damai Manado, Sulawesi Utara, menjadi sorotan serius Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanul Haq mendorong pemerintah melakukan reformasi menyeluruh terhadap standar keselamatan panti jompo di Indonesia.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Maman menegaskan, sistem keselamatan di fasilitas panti jompo harus benar-benar berjalan optimal, bukan sekadar memenuhi formalitas administratif. Ia menilai tragedi yang terjadi pada Minggu (28/12/2025) tersebut menjadi alarm keras bagi negara dalam melindungi kelompok rentan, khususnya lansia.
“Standar keselamatan kebakaran, kelaikan bangunan, jalur evakuasi, serta kesiapsiagaan petugas harus dipastikan berjalan secara nyata, bukan sekadar formalitas,” ujar Maman, dikutip dari Antara, Selasa (30/12/2025).
Menurut dia, peristiwa kebakaran Panti Wreda Damai Manado harus dijadikan momentum bagi Komisi VIII DPR untuk mendorong evaluasi nasional terhadap seluruh panti jompo dan panti sosial, baik yang dikelola swasta maupun milik negara.
Maman juga mendukung aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas penyebab kebakaran secara transparan. Ia menilai perlu ada kejelasan apakah insiden tersebut dipicu oleh kelalaian, pelanggaran standar keselamatan, atau lemahnya pengawasan dari pihak terkait.
“Pengusutan harus dilakukan secara terbuka agar ada akuntabilitas dan perbaikan sistem ke depan,” katanya.
Lebih lanjut, Maman menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor dalam penyusunan kebijakan perlindungan lansia yang lebih komprehensif. Menurutnya, sinergi antara Kementerian Sosial, pemerintah daerah, dinas pemadam kebakaran, serta pengelola panti menjadi kunci utama dalam memastikan keselamatan penghuni panti.
“Koordinasi lintas sektor mutlak diperlukan agar tata kelola sistem keselamatan panti jompo berjalan dengan baik,” ucapnya.
Ia menegaskan, kehadiran negara tidak boleh bersifat reaktif semata, melainkan harus dimulai dari aspek pencegahan melalui sistem perlindungan yang kuat.
“Kehadiran negara harus dimulai sejak pencegahan dengan sistem perlindungan yang kuat bagi kelompok rentan, khususnya para lansia,” tegas Maman.
Maman juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya para korban kebakaran.
“Kami sangat berduka atas wafatnya para lansia akibat kebakaran di panti jompo. Mereka adalah kelompok paling rentan yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal,” tuturnya.
Sebelumnya, kebakaran melanda Panti Wreda Damai Manado pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 20.25 Wita. Api dengan cepat melalap sebagian besar bangunan panti, sehingga menyebabkan sejumlah penghuni tidak sempat menyelamatkan diri akibat keterbatasan kondisi fisik.
Sebanyak 16 lansia meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Seluruh jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado untuk proses identifikasi. Sementara itu, korban luka-luka menjalani perawatan intensif di RSUD Manado dan Rumah Sakit Awaloei Manado.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




