Kebakaran Panti Wreda Manado dan Dorongan Evaluasi Keamanan
Selasa, 30 Desember 2025 | 14:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kebakaran hebat melanda Panti Wreda Damai Ranomuut, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, pada Minggu (28/12/2025) malam. Tragedi ini menewaskan 16 warga lanjut usia (lansia) yang terjebak di dalam bangunan saat kobaran api dengan cepat melalap hampir seluruh area panti.
Peristiwa memilukan ini tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memicu dorongan kuat untuk evaluasi nasional terhadap sistem keamanan dan keselamatan panti jompo di Indonesia. DPR menilai insiden tersebut sebagai alarm keras bagi negara dalam melindungi kelompok rentan.
Api dilaporkan mulai membesar sekitar pukul 20.24 Wita. Dalam waktu singkat, api menjalar ke berbagai bagian bangunan panti yang saat itu dihuni oleh 32 lansia dengan keterbatasan fisik. Kondisi tersebut membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan penuh kepanikan.

Tim Gabungan Diterjunkan
Polda Sulawesi Utara (Sulut) bersama Polresta Manado segera mengerahkan tim gabungan untuk menangani kebakaran Panti Wreda Damai. Tim terdiri dari personel Inafis Ditreskrimum, Bidlabfor, serta Biddokkes Polda Sulut guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), evakuasi korban, serta proses identifikasi jenazah.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P Hasibuan menyampaikan, kapolda Sulut menginstruksikan penanganan secara menyeluruh dan transparan.
Akibat kebakaran tersebut, seluruh korban meninggal dunia. Dari 16 korban, sebanyak 15 jenazah tidak dapat dikenali secara visual karena kondisi terbakar parah.
Identifikasi lewat Sidik Jari Tidak Memungkinkan
Kepala Bidang Dokkes Polda Sulut, AKBP dr Tasrif menjelaskan, metode sidik jari tidak dapat digunakan sehingga tim forensik memilih identifikasi berbasis DNA.
"Kami berhasil mengevakuasi sebanyak 16 kantong jenazah ke RS Bhayangkara Manado," bebernya.
Sampel biologis korban akan dikirim ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan guna memastikan identitas secara akurat sebelum diserahkan kepada keluarga.
Penyelidikan Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung
Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid menyatakan, penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung.
"Kami dibantu Polda Sulut sementara melakukan olah TKP. Mudah-mudahan nanti akan ada hasilnya dan akan kami sampaikan kembali kepada masyarakat," jelasnya.
Informasi awal menyebutkan api diduga berasal dari area dapur, tetapi kepastian penyebab masih menunggu hasil investigasi resmi.
Evaluasi Keamanan Nasional Jadi Sorotan Utama DPR
Tragedi kebakaran Panti Wreda Damai Manado menjadi perhatian serius DPR. Anggota Komisi VIII DPR, Maman Imanul Haq secara tegas mendorong pemerintah melakukan evaluasi keamanan nasional terhadap seluruh panti jompo dan panti sosial di Indonesia.
"Standar keselamatan kebakaran, kelayakan bangunan, jalur evakuasi, serta kesiapsiagaan petugas harus dipastikan berjalan secara nyata, bukan sekadar formalitas," ujar Maman, dikutip dari Antara.
Menurut Maman, evaluasi tidak boleh bersifat parsial atau reaktif, melainkan dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasi lintas kementerian, mulai dari Kementerian Sosial, pemerintah daerah, hingga dinas pemadam kebakaran.
"Kehadiran negara harus dimulai dari pencegahan. Evaluasi keamanan panti jompo harus dilakukan secara nasional agar tragedi seperti ini tidak terus berulang," tegasnya.
Dorongan Audit Nasional dan Reformasi Standar Keselamatan
Maman juga menilai perlu adanya audit nasional terhadap sistem proteksi kebakaran di seluruh panti jompo, termasuk kelayakan instalasi listrik, sistem alarm, akses evakuasi, serta kapasitas petugas.
Ia menegaskan, kelompok lansia merupakan kelompok paling rentan dalam situasi darurat, sehingga perlindungan negara harus hadir secara konkret.
"Mereka tidak bisa disamakan dengan penghuni bangunan biasa. Negara wajib memastikan sistem keselamatan berjalan optimal," ujarnya.
16 Lansia Selamat, Penanganan Lanjutan Disiapkan
Di tengah tragedi tersebut, 16 lansia lainnya berhasil selamat, meski sebagian mengalami luka dan trauma. Tiga korban mengalami luka bakar berat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini menyiapkan penampungan sementara, layanan kesehatan, serta pendampingan psikososial bagi para korban selamat.
Sorotan Internasional dan Evaluasi Berkelanjutan
Tragedi kebakaran Panti Wreda Damai Manado juga menjadi sorotan media internasional. Sejumlah media asing menyoroti lemahnya sistem keselamatan fasilitas sosial di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Aparat kepolisian dan pemerintah daerah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan bangunan panti wreda, sekaligus menjadikan tragedi ini sebagai momentum perbaikan sistem perlindungan lansia secara nasional.
Kebakaran Panti Wreda Damai Manado kini menjadi simbol urgensi reformasi dan evaluasi keamanan nasional, agar fasilitas sosial benar-benar menjadi tempat yang aman bagi kelompok rentan, bukan justru menyimpan risiko mematikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: Belanda Berpesta Gol ke Gawang Swedia di Houston




