ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mendagri: Masih Banyak Masalah Harus Ditangani untuk Pemulihan Aceh

Minggu, 22 Februari 2026 | 11:50 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Mendagri sekaligus Ketua Satgas PRR Tito Karnavian (kanan) didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (kiri) memberikan keterangan kepada awak media terkait progres penanganan bencana Aceh seusai salat subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (22/2/2026).
Mendagri sekaligus Ketua Satgas PRR Tito Karnavian (kanan) didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (kiri) memberikan keterangan kepada awak media terkait progres penanganan bencana Aceh seusai salat subuh di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (22/2/2026). (Antara/Rahmat Fajri)

Banda Aceh, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyatakan masih banyak permasalahan untuk terus ditangani dalam proses pemulihan Aceh, meski terdapat hal-hal yang sudah berjalan baik.

"Tadi saya sampaikan progres tentang perkembangan penanganan bencana Aceh. Ada masalah-masalah dan ada yang sudah bisa selesai dengan baik," kata Tito Karnavian seusai melaksanakan salat subuh berjemaah di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Minggu (22/2/2026).

Tito sejak Kamis (19/2/2026) hingga hari ini melakukan kunjungan ke sejumlah daerah terdampak bencana di Aceh.

ADVERTISEMENT

Mendagri menyampaikan dalam kunjungannya telah banyak mendapatkan atau mengumpulkan informasi terbaru, termasuk dari hasil diskusinya dengan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah serta bupati dan wali kota di daerah terdampak.

Tito menyebutkan masalah-masalah yang harus ditangani, di antaranya terkait penyelesaian pengungsi, terutama warga yang rumahnya rusak berat. Apakah nantinya mereka ditetapkan ke hunian sementara (huntara).

"Karena ada yang di tenda, seperti di Langkahan (Aceh Utara), tetapi untung sudah diambil alih oleh menteri PU, dan berjanji sebelum Idulfitri huntara di Langkahan selesai," ujar Tito dikutip dari Antara.

Kemudian terkait bantuan untuk warga yang rumahnya rusak ringan dan sedang, lalu bantuan stimulan perabotan, ekonomi. Karena itu, kata dia, pemerintah kabupaten/kota dan provinsi agar segera melakukan konsolidasi data, sehingga cepat dilaksanakan.

Masalah lainnya, lanjut Tito, beberapa jembatan yang harus segera diselesaikan karena masih temporer. Kemudian jalan longsor juga masih ada di beberapa titik terutama di jalur pegunungan.

Seperti lima titik jalan longsor di kawasan Lokop (Kabupaten Aceh Timur), penghubung jalan menuju Blangkejeren (Gayo Lues) belum terbuka penuh.

Kemudian juga ada permasalahan lumpur di Aceh Tamiang masih terlihat cukup berat pada beberapa titik, meskipun di jalanan umumnya sudah mulai bersih.

"Tetapi di dalam-dalamnya, sama dengan Aceh Utara ada beberapa tempat, kemudian Bireuen dan Pidie Jaya yang itu dalam kota. Ini juga belum tuntas, kemudian kita lihat sungai yang kemarin di Pidie Jaya banjir lagi," kata Tito Karnavian.

Selanjutnya, beberapa fasilitas pendidikan, rumah ibadah dan pondok pesantren juga ada beberapa yang belum maksimal. Semua ini bakal dibahas untuk segera dikerjakan semua.

"Nanti saya rapatkan ke Jakarta dengan para menteri untuk kita bagi tugas lagi, menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada ini," ujar Mendagri.

Di sisi lain, lanjut dia, mengenai kelistrikan, sebagian besar sudah menyala, bahkan 95%. Hanya ada beberapa desa lagi yang belum teraliri listrik di Aceh. Namun, kalau di Sumatera Barat, kata dia, sudah penuh 100% dan Sumatera Utara hampir 100%.

"Kalau untuk jalan nasional sudah terbuka semua. Ini ada hal-hal yang sudah kita kerjakan selama ini banyak yang positif juga. Ada memang beberapa yang belum selesai, kalau ada kritikan, masukan pasti kami terima, dan kita cek kalau memang betul kita kerjakan," ujar mendagri.

Dalam kesempatan itu ia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam menangani bencana sejak tanggap darurat hingga proses pemulihan ini.

"Kita berikan apresiasi kepada semua yang telah bekerja keras, mulai dari TNI, Polri, PLN, Pertamina, menteri PU, menteri kesehatan yang bisa membereskan rumah sakit umum daerah semua sudah operasional," kata mendagri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tito: 97 Persen Huntara Pascabencana Sumatera Sudah Terbangun

Tito: 97 Persen Huntara Pascabencana Sumatera Sudah Terbangun

NASIONAL
Mendagri Minta Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pacu Ekonomi

Mendagri Minta Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026 untuk Pacu Ekonomi

NASIONAL
Mendagri Minta Pemda Stop Rekrut Tenaga Honorer, Termasuk Guru?

Mendagri Minta Pemda Stop Rekrut Tenaga Honorer, Termasuk Guru?

NASIONAL
Mendagri Tito Perpanjang Masa Transisi Batas Belanja Pegawai Pemda

Mendagri Tito Perpanjang Masa Transisi Batas Belanja Pegawai Pemda

NASIONAL
Tito Karnavian Sebut Kepergian Ryamizard Kehilangan Besar Indonesia

Tito Karnavian Sebut Kepergian Ryamizard Kehilangan Besar Indonesia

NASIONAL
Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

Pemulihan Pascabencana Sumatera Ditargetkan Rampung pada 2028

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon