Top 5 News: Posisi Hilal Awal Syawal hingga Tawur Agung di Prambanan
Kamis, 19 Maret 2026 | 07:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah artikel di Beritasatu.com masuk dalam top 5 news, sejak Rabu (18/3/2026) hingga Kamis (19/3/2026) pagi WIB. Artikel yang diminati pembaca ini memiliki tema yang beragam.
Berikut top 5 news Beritasatu.com:
1. BMKG Rilis Posisi Hilal Awal Syawal 1447 H
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan astronomi terkait penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan perhitungan, fase konjungsi atau ijtima diprediksi terjadi pada Kamis (19/3/2026) pukul 08.23 WIB.
Karena Matahari terbenam setelah konjungsi, peluang pengamatan hilal terbuka pada sore hari. Momen ini menjadi dasar pelaksanaan rukyat sebagai metode penentuan awal bulan Syawal dalam kalender Hijriah.
Melansir laman stasiun klimatologi BMKG Jawa Tengah, hilal diperkirakan sudah berada di atas ufuk saat Matahari terbenam. Di Semarang, Matahari diperkirakan terbenam pukul 17.49 WIB, sementara Bulan terbenam pukul 17.59 WIB.
Baca Juga: Top 5 News: Pemudik Gratis Telantar hingga One Way di Puncak
2. Ini Penampakan Pelabuhan Gilimanuk Saat Nyepi di Tengah Mudik
Suasana di kawasan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, tampak lengang pada Rabu (18/3/2026) malam menjelang hari raya Nyepi di Bali. Area parkir hingga jalur masuk pelabuhan terlihat kosong tanpa aktivitas kendaraan maupun penumpang.
Kondisi ini berbeda drastis dibandingkan hari sebelumnya yang sempat dipadati kendaraan pemudik dan logistik hingga macet puluhan kilometer. Menjelang penutupan Nyepi, arus kendaraan meningkat signifikan sebelum akhirnya dihentikan total saat hari suci berlangsung.
Seluruh layanan penyeberangan di lintasan Gilimanuk–Ketapang dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan terhadap pelaksanaan Nyepi pada Kamis (19/3/2026). Tidak terlihat antrean kendaraan, petugas operasional, maupun aktivitas bongkar muat selama periode tersebut.
3. SPPG yang Viral karena Pelanggaran Siap-siap Diciduk Satgas Pangan
Pemerintah menugaskan Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) untuk memberikan sanksi kepada produsen nakal yang mencari keuntungan selama periode Idulfitri 2026.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengatakan Satgas Pangan terdiri atas pegawai dan personel dari Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Bareskrim Polri. Satgas ini bertugas menjaga stabilitas harga komoditas pangan strategis atau sembako selama momentum hari raya Nyepi dan Idulfitri 2026.
“Bagaimana kita memastikan tidak ada oknum yang mencari kesempatan dalam kesempitan, apalagi di situasi Ramadan dan Idulfitri ini,” ujar Sudaryono dilansir dari Antara, Rabu (18/3/2026).
4. Wamentan Minta Warga Berani Laporkan Pedagang Jual Pangan Melebihi HET
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mengendalikan harga pangan agar sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono meminta masyarakat tak ragu dan takut melaporkan pedagang yang menjual pangan di atas HET.
"Manakala ada ditemukan harga tidak sesuai dengan HET, harga lebih tinggi, tolong dilaporkan saja, enggak ada masalah," ujar Sudaryono kepada wartawan dalam konferensi pers di gedung Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Masyarakat dapat membuat laporan lonjakan harga melalui kanal pelaporan cepat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, yaitu "Lapor Pak Amran", maupun melalui media sosial resmi menteri. Sudaryono bahkan mendorong masyarakat untuk memviralkan oknum pedagang yang menaikkan harga pangan secara tidak wajar melalui platform digital.
Baca Juga: Top 5 News: Besaran Zakat Fitrah hingga Ledakan Masjid di Jember
5. Umat Hindu Ikuti Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan Jelang Nyepi
Ribuan umat Hindu dari berbagai daerah di Pulau Jawa, Bali, hingga Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti prosesi tawur agung Kesanga di kawasan Candi Prambanan, Rabu (18/3/2026). Upacara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari raya Nyepi.
Prosesi berlangsung khidmat dengan diikuti lebih dari 30.000 umat Hindu. Mereka datang dari berbagai wilayah untuk mengikuti ritual sakral yang memiliki makna penyucian diri serta keharmonisan antara manusia dan alam semesta.
Dalam rangkaian upacara, umat Hindu melaksanakan prosesi pradaksina atau berjalan mengelilingi candi. Ritual ini melambangkan upaya penyucian diri sekaligus menjaga keseimbangan alam. Selain itu, terdapat pula rangkaian doa, persembahan gunungan, hingga pemercikan air suci (tirta) kepada umat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




