Menteri LH Jumhur Hidayat Targetkan Persoalan Sampah Tuntas pada 2028
Selasa, 28 April 2026 | 17:23 WIB
Purwokerto, Beritasatu.com – Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat, menargetkan permasalahan sampah di Indonesia selesai pada 2028. Target ini didasarkan pada strategi duplikasi teknologi lokal yang dinilai efektif dan terjangkau.
Hal tersebut disampaikan Jumhur seusai mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2026).
"Kita bisa pastikan tahun 2028 mudah-mudahan sudah selesai gitu loh urusan yang selama ini berlarut-larut puluhan tahun enggak selesai-selesai," ujar Jumhur kepada wartawan.
Jumhur menjelaskan TPST BLE di Banyumas merupakan contoh sukses yang akan segera diduplikasi ke berbagai wilayah lain, khususnya di Pulau Jawa yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tertinggi.
Menurutnya, formula yang diterapkan di Banyumas memiliki keunggulan pada biaya yang relatif terjangkau dan penggunaan teknologi dalam negeri.
"Ini satu contoh baik. Contoh baik ini kita akan duplikasi di berbagai daerah, terutama khususnya ya Jawa ini yang paling padat ya. Dan relatif kan harganya terjangkaulah," jelas Jumhur.
Jumhur menekankan pentingnya peran kelompok swadaya masyarakat (KSM) dan UMKM dalam ekosistem pengolahan sampah.
"Intinya gunakan berbagai cara teknologi apapun, lokal, produk yang lokal ya, dan bisa menyerap tenaga kerja. Karena KSM-KSM itu mereka swadaya kan, dibayar oleh penduduk, kemudian dia ada tenaga kerja sampai UMKM loh rupanya," terang Jumhur.
Selain fokus pada duplikasi teknologi, Kementerian LH juga tengah serius menangani isu pelik di TPST Bantar Gebang, terutama terkait produksi gas metana yang mencapai 6,3 juta per jam.
Jumhur menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung untuk langkah teknis lebih lanjut.
"Enggak usah semuanya serba ke presiden gitu ya. Kita kerja dahulu di bawah seperti apa," tegasnya mengenai pembagian tugas koordinasi.
Jumhur juga mengungkapkan pihaknya sedang menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi limbah dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pengolahan limbah cair dan lemak.
"Lagi dipelajari karena itu apa modelnya waste water plan-nya seperti apa. Utamakan lemak-lemak itu ya kalau di limbah cairnya itu loh. Nah ini lagi di-exercise," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




