Akui Ucapannya Melukai, MC Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Minta Maaf
Rabu, 13 Mei 2026 | 09:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polemik mengenai Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026 terus bergulir. Terbaru, salah satu pemandu acara (master ceremoni/MC) Shindy Lutfiana menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang viral di media sosial saat pelaksanaan babak final lomba pada 9 Mei 2026.
Permintaan maaf tersebut disampaikan Shindy melalui akun Instagram pribadinya, @shindy_mcwedding, pada Selasa (12/5/2026).
"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu ‘mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,’ yang seharusya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy dalam unggahan media sosial Instagram pribadinya, @shindy_mcwedding, Selasa (12/5/2026).
Ia menyadari pernyataannya memicu reaksi negatif dan menimbulkan kekecewaan dari berbagai pihak, terutama peserta lomba dan guru pendamping dari SMA Negeri 1 Pontianak.
Menurut Shindy, dirinya memahami ucapan tersebut telah menyinggung perasaan peserta maupun masyarakat yang mengikuti polemik LCC Empat Pilar MPR di Kalimantan Barat.
“Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak, khususnya adik-adik peserta lomba, guru-guru pendamping pembimbing dari SMA Negeri 1 Pontianak, serta seluruh masyarakat terutama masyarakat Provinsi Kalimantan Barat yang mengikuti dan memberikan perhatian terhadap kegiatan ini,” ujarnya.
Shindy juga menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak yang merasa dirugikan akibat pernyataannya. Ia menilai kejadian tersebut menjadi pengalaman penting untuk lebih berhati-hati dalam memilih kata ketika tampil di ruang publik.
Ia mengaku akan menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan introspeksi agar dapat bersikap lebih bijaksana dalam menjalankan tugas di masa mendatang.
“Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga bagi saya agar lebih cermat, berhati-hati, dan bijak dalam menggunakan diksi saat menjalankan tugas di ruang publik,” tulisnya.
Pada akhir pernyataannya, Shindy berharap masyarakat dapat menerima permohonan maaf yang disampaikannya dan memberi kesempatan bagi dirinya untuk memperbaiki diri.
“Saya berharap permohonan maaf ini dapat diterima dan menjadi evaluasi bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik ke depannya,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




