Bahasa Ibu Digunakan pada Kegiatan Belajar di Nagekeo
Selasa, 8 Maret 2022 | 21:19 WIB
Kupang, Beritasatu.com - Bahasa ibu telah digunakan pada kegiatan belajar mengajar di 10 sekolah dasar di wilayah Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, untuk memudahkan siswa yang kesulitan menggunakan Bahasa Indonesia mengikuti proses pembelajaran.
"Ada 10 sekolah yang menjadi model penerapan penggunaan bahasa ibu dalam kegiatan pembelajaran di sekolah," kata Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dalam acara temu inovasi yang diikuti via daring dari Kupang, Selasa (8/3/2022).
Dalam acara temu inovasi tentang pemanfaatan bahasa ibu dalam pembelajaran bagi siswa penutur bahasa tunggal yang diikuti oleh para guru, praktisi pendidikan, serta perwakilan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat itu, Johanes mengatakan, bahwa bahasa ibu digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas-kelas awal sekolah dasar.
Menurut dia, penggunaan bahasa ibu memudahkan siswa kelas awal sekolah dasar menyerap pelajaran dan meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Baca Juga: Peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional, Momentum Lestarikan Bahasa Daerah
Ia mengatakan, pada tahun 2021 bahasa ibu digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di 10 sekolah dasar di Kecamatan Boawae dan pada tahun 2022 penggunaan bahasa ibu dalam kegiatan pembelajaran akan diperluas sehingga mencakup 30 sekolah dasar.
"Tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Nagekeo akan kembangkan lagi di 2 kecamatan," katanya.
Sementara itu, pengawas sekolah di Kabupaten Nagekeo, Petrus Buku menjelaskan, penggunaan bahasa ibu dilakukan di sekolah-sekolah yang menurut penilaian membutuhkan penggunaan bahasa ibu untuk menunjang kegiatan pembelajaran di kelas awal.
Baca Juga: Anak yang Diajarkan Bahasa Ibu Lebih Cepat Paham Konsep
"Setelah dilakukan survei ditemukan ada 10 sekolah di Kecamatan Boawae yang layak dijadikan sekolah percontohan untuk pembelajaran menggunakan bahasa ibu bagi siswa kelas awal," kata Petrus Buku.
Para kepala sekolah dan guru di sekolah-sekolah yang menjadi percontohan, menurut dia, terlebih dulu dilatih menerapkan menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran serta membuat dan menggunakan media pembelajaran untuk mendukung penggunaan bahasa ibu dalam proses pembelajaran.
Menurut dia, apabila dibandingkan dengan siswa sekolah yang tidak menggunakan bahasa ibu dalam kegiatan belajar mengajar, siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan bahasa ibu lebih cepat bisa membaca dan lebih lancar dalam membaca.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




