Pendampingan Kementan Tingkatkan Panen di Manggarai Barat
Senin, 6 Juni 2022 | 21:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Hasil panen pertanian di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami lonjakan, mencapai 11,6 ton per hektar. Hal ini tidak terlepas dari pendampingan yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui para penyuluh di lapangan.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyambut baik tingginya hasil panen di Manggarai Barat.
"Hal ini bisa mendukung upaya kita untuk swasembada beras. Kita berharap keberhasilan ini bisa dipertahankan, bahkan kalau bisa ditingkatkan lagi. Daerah lain pun bisa mengikutinya," kata Mentan, sebagaimana dikutip dari keterangan tertulis, Senin (6/6/2022).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan penyuluh memiliki peran yang sangat penting dalam peningkatan produktivitas pertanian.
"Penyuluh adalah garda terdepan dalam pertanian. Untuk itu, penyuluh harus terus turun ke lapang dan memastikan tanaman petani tidak bermasalah. Sehingga produktivitas dapat ditingkatkan. Dalam kondisi apa pun, pertanian tidak boleh terganggu, pertanian tidak boleh bermasalah," kata Dedi lagi.
Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu upaya Kementan untuk menggenjot produktivitas adalah memanfaatkan sejumlah program seperti IPDMIP. Seperti kegiatan Sekolah Lapang Program IPDMIP yang dilaksanakan di Daerah Irigasi Tiwu Nampar, Manggarai Barat. Kegiatan ini telah memasuki pertemuan ke-10 dengan materi mengenai panen.
Adapun hasil kegiatan panen di lahan sekolah lapang tahap 1 seluas 1 ha sangat memuaskan. Produktivitas berdasarkan hasil ubinan yang dilakukan oleh PPL pendamping Ahmad Kasing, dibantu oleh petani, mencapai 11,6 ton per hektare.
Menurut Ketua Poktan Baeng Koe, Ahmad Budi, yang juga Ketua kelas Sekolah Lapang, dengan mengikuti tahapan budi daya tanaman padi, diharapkan produktivitas yang telah dicapai di lahan SL dapat terjadi di lahan masing-masing peserta belajar. Hal tersebut disampaikan mengingat hasil produktivitas meningkat sangat signifikan jika dibandingkan dgn produktivitas sbelum pelaksanaan sekolah lapang.
Meski demikian, setiap peserta belajar diharapkan untuk tidak cepat puas terhadap capaian produktivitas di lahan sekolah lapang tetapi justru menjadi motivasi bagi peserta belajar untuk menjadi lebih baik dalam berusaha tani khususnya padi sawah.
Baca Juga: Kementan Ajak Petani Praktikkan Cara Tanam yang Baik
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




