Lapan: "Halo" Fenomena Biasa, Tak Berpengaruh Terhadap Bumi

Rabu, 21 Agustus 2013 | 17:15 WIB
AR
B
Penulis: Ari Supriyanti Rikin | Editor: B1
Seorang anak bermain ketika berlangsungnya fenomena halo matahari di kawasan Klakahrejo, Surabaya, Jatim, Rabu (21/8). Fenomena yang sering disebut matahari cincin merupakan pembiasan cahaya karena uap air yang terkandung di awan bereaksi dengan sinar matahari sehingga membentuk cincin pelangi yang mengelilingi matahari.
Seorang anak bermain ketika berlangsungnya fenomena halo matahari di kawasan Klakahrejo, Surabaya, Jatim, Rabu (21/8). Fenomena yang sering disebut matahari cincin merupakan pembiasan cahaya karena uap air yang terkandung di awan bereaksi dengan sinar matahari sehingga membentuk cincin pelangi yang mengelilingi matahari. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Jakarta - Fenomena "halo" yang terjadi di Surabaya, Jawa Timur, merupakan fenomena alam yang sering terjadi di berbagai tempat dan tidak ada pengaruh negatifnya terhadap bumi.

Deputi Bidang Sains, Pengkajian dan Informasi Kedirgantaraan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin mengatakan, fenomena "halo" atau penampakan cincin di sekitar matahari merupakan fenomena biasa.

"Hal itu terjadi ketika matahari dan bulan cahayanya melalui kristal es di awan yang tinggi. Seperti terlihat di Surabaya, di atas wilayah itu ada awan tipis (cirrus) dengan ketinggian 10 kilometer," katanya di Jakarta, Rabu (21/8).

Kondisi itu, lanjut Thomas, membuat cahaya matahari dibiaskan dan terbentuk seperti cincin yang mengelilingi matahari. Bahkan dalam kondisi bagus fenomena halo terlihat seperti pelangi yang berwarna-warni. Namun dalam kondisi tertentu akan terlihat cincin gelap.

Ia menjelaskan, fenomena "halo" di Surabaya ketika malam hari nanti jika bulan bersinar terang, maka bulan pun terlihat seperti dikelilingi cincin. Hal ini dikarenakan di bagian atas atmosfer berada dalam kondisi dingin sehingga terjadi kristal es.

"Peristiwa atau fenomena halo ini sering terjadi di berbagai tempat dan tidak memberikan dampak apapun," ucapnya.

Bahkan lanjutnya dalam setahun bisa terjadi berkali-kali, bergantung kondisi awan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon