Putri Realita
Kesengsem Tarian Zumba
Senin, 23 September 2013 | 11:24 WIB
Berawal dari kesukaannya pada tarian Salsa, Tango, dan Bachata, Putri Realita, head of corporate regulatory affairs PT Nutricia Indonesia Sejahtera, kini kesengsem pada tarian dan olahraga Zumba. Selain untuk menjaga tubuh tetap langsing dan kesehatan, aktivitas yang dijalaninya satu tahun terakhir tersebut telah menjadi hobi yang menyenangkan.
Anak kedua dari empat bersaudara ini bertutur bahwa sejak kecil sudah suka menari tradisional Jawa dan Bali, sehingga sempat bergabung dengan sanggar tari Bagong Kussudiardja. Hal itu dijalaninya sejak sekolah dasar (SD) hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA) di Jakarta. Aktivitas tersebut sempat terhenti karena kuliah di University of New South Wales, Australia, pada 1997-2000.
Ketika kuliah di Negeri Kanguru itulah, dia mulai berpikir untuk menambah hobi baru, yakni tarian dari Barat. Sekembalinya ke Tanah Air, Putri pun merealisasikannya dengan kursus privat tarian Latin, yakni Salsa, Tango, dan Bachata. Bahkan, olahraga keras body combat sempat dijalaninya. Hingga akhirnya, setahun terakhir, Zumba menjadi tambahan aktivitas baru yang dilakoninya.
Dia menjalani hobi Zumba 1-2 kali dalam seminggu, selain masih sesekali menari Tango, Salsa, dan Bachata. "Saya menyukai Zumba karena perpaduan beberapa tarian Latin, antara lain Salsa, Tango, Bachata, hip-hop, jaz, dan lainnya. Selain itu, Zumba tidak perlu pasangan, seperti pada Salsa, Tango, dan Bachata," kata Putri di Jakarta, pekan lalu.
Seseorang yang akan melakoni tarian Zumba juga berpakaian layaknya akan berolahraga. Pakaian yang dipakai umumnya dari kain katun yang berwarna-warni dan agak longgar. Sementara itu, alas kaki yang dipakai paling nyaman sepatu kets agar gerakannya lebih lincah dan bebas.
Menurut perempuan keturunan Jawa kelahiran Binjai, Sumatera Utara, sebagai perpaduan berbagai tarian Latin, Zumba sebenarnya hampir setara dengan olahraga aerobik. Bedanya, Zumba umumnya diiringi irama musik Latin yang ritmis, cepat, dan energik, layaknya tarian Tango, Salsa, dan Bachata. Keunggulan lainnya, Zumba membuat penarinya menggerakkan semua anggota tubuhnya dari ujung kaki, pinggul, perut, dada, lengan dan tangan, hingga kepala.
"Karena itu, Zumba sering kali juga disebut olahraga high impact. Tarian dan olahraga ini dijalani satu jam dan semua anggota badan bergerak, sehingga cocok untuk menurunkan berat badan, menjadikan tubuh langsing, dan otot kencang proporsional," katanya.
Dia mengaku sangat merasakan manfaat dari Zumba. Tubuhnya jarang sakit. Dan yang tak kalah penting bagi seorang perempuan, berat badannya stabil pada kisaran 50-55 kg. Bobot tersebut ideal karena Putri memiliki tinggi badan 164 cm.
Namun, dia juga mengombinasikan hobinya itu dengan pola makan yang sehat, antara lain membatasi konsumsi makanan yang mengandung banyak lemak, garam, gula, dan kolesterol. Selain itu, aktivitas gerak seperti memperbanyak jalan kaki dilakoninya. Aktivitas yoga juga kadang dijalaninya untuk kelenturan tubuh.
Karena berawal dari hobi, kini Putri telah menjadi instruktur Zumba bersertifikat dan berhak membuka kelas sendiri. Namanya pun tercantum sebagai instruktur di laman http://www.zumba.com untuk wilayah Indonesia. "Saya ingin membuka studio Zumba sendiri bersama teman-teman," ujarnya.
"Traveling" dan Pekerjaan
Selain menyenangi Zumba, Putri hobi traveling ke luar kota di Tanah Air dan luar negeri. Sejumlah daerah telah dikunjunginya, antara lain Bali, Lombok, dan Pulau Komodo. Dia juga pernah menjelajah ke sejumlah negara Asia, di antaranya Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Nepal, Tiongkok, dan Kamboja. Dalam waktu dekat, Jepang menjadi tujuan traveling-nya.
"Ada banyak pelajaran berharga yang saya temui dengan traveling. Selain mencari pengalaman baru dari kuliner dan kultur tempat tujuan, saya kini lebih memahami bahwa perbedaan harus dihargai. Sesampai di Jakarta, saya juga menemukan energi yang baru, lebih fresh, serta kembali semangat bekerja," ungkapnya.
Sementara itu, setelah dua tahun bekerja di Nutricia, Putri semakin merasa dihargai sebagai perempuan. Pasalnya, kaum perempuan yang bekerja di Nutricia diberikan wahana untuk terus berkembang, selain diarahkan untuk tetap menjaga keseimbangan dengan kehidupan keluarganya (Women with Wings).
Sebagai bagian dari Danone Group, para wanita di Nutricia diberikan kesempatan breakfast meeting setidaknya sebulan sekali. Workshop juga diadakan untuk membahas keseimbangan karier wanita dengan kehidupan berkeluarga, yang biasanya diadakan tiga bulan sekali.
Sementara itu, pegawai perempuan di Nutricia diberikan hak cuti melahirkan empat bulan, atau lebih banyak dari ketentuan pemerintah sebanyak tiga bulan. Hal ini diberikan dengan tujuan agar perempuan optimal memberikan air susu ibu (ASI) eksklusif kepada anaknya. Perusahaan juga menyediakan penitipan anak (children daycare) di kantor bagi perempuan agar tetap bisa bekerja dengan nyaman.
"Jadi, semua itu sangat menghargai perempuan dan mendorong kariernya untuk terus berkembang. Selain bekerja, perempuan didorong tetap bisa menjalani perannya sebagai ibu rumah tangga dengan baik," imbuh Putri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
PSM Makassar vs Persis Solo, Tekanan Misi 3 Poin Kandang




