Mandiri Sekuritas "Jual" 10 BUMN ke Asing

Kamis, 26 September 2013 | 14:13 WIB
LO
B
Penulis: Lona Olavia | Editor: B1
Karyawan memantau perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Galeri Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (26/8). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono
Karyawan memantau perkembangan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Galeri Mandiri Sekuritas di Jakarta, Senin (26/8). BeritaSatu Photo/SP-Ruht Semiono (Suara Pembaruan/SP/Ruht Semiono)

Jakarta - PT Mandiri Sekuritas lewat "Indonesia Corporate Day", menawarkan 10 emiten BUMN ke institusi fund manager dan dana pensiun London, Singapura dan Hong Kong. Anak usaha PT Bank Mandiri Tbk itu juga menawarkan saham atas empat emiten swasta. Langkah itu ditempuh guna meningkatkan jumlah transaksi di pasar modal Indonesia.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi mengatakan, ke-14 emiten itu merefleksikan emiten yang baik dari Indonesia. Ia pun mengatakan, dengan kejatuhan IHSG dan rupiah saat ini, para investor asing nyatanya tidak terlalu mengkhawatirkannya.

"Mereka (institusi asing) tidak melihat letupan-letupan kecil. Mereka lihat jangka panjang, bahwa peluang di Indonesia besar," ujar Abiprayadi, dalam konferensi pers "Indonesia Corporate Day 2013", di Jakarta, Kamis (26/9).

Pada tahun ini, Mandiri Sekuritas sendiri menambahkan jumlah kota mancanegara dari hanya London di tahun kemarin, menjadi London, Singapura dan Hong Kong di tahun ini. Sementara jumlah emiten yang ditawarkan juga bertambah dari 10 menjadi 14, dengan 150 investor.

Direktur Capital Market Mandiri Sekuritas, Laksono Widodo mengatakan, saat ini kepemilikan asing di pasar modal Indonesia masih sangat dominan, yaitu mencapai 60%. Transaksi lokal di pasar modal pun menurutnya masih ramai dilakukan oleh investor asing.

"Saat ini kepemilikan asing masih tetap dominan, sekitar 60%. Transaksi lokal dan asing hampir sama. Walaupun top 10 broker di BEI nomor 6 ke atas punya asing, dari nomor 7 mulai lokal, kita concern transaksi bisa 50:50," sebutnya.

Disebutkan, ke-14 emiten yang ikut dalam acara "Indonesia Corporate Day" ini, terdiri dari 10 BUMN yaitu PT Aneka Tambang TBK (ANTM), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Sementara, empat emiten swasta meliputi PT ABM Investama Tbk (ABMM), PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), serta PT Ciputra Development Tbk (CTRA).

Dalam kesempatan ini, Mandiri Sekuritas menggandeng Barclays Plc untuk penawaran di London. Sementara Goldman Sachs Group Inc, digandeng untuk yang di Singapura dan Hong Kong.

Lebih lanjut, dari gelaran ini, menurut Abiprayadi, pihaknya mengharapkan posisi Mandiri Sekuritas bisa menjadi lima besar perusahaan sekuritas di bisnis perdagangan efek. Saat ini, Mandiri Sekuritas sendiri ada di posisi tujuh, yang meningkat dari tahun lalu di peringkat ke-10.

"Per Agustus, transaksi kami Rp517 miliar, 30% di antaranya asing. Lalu, porsi institusinya 55%, pangsa pasarnya 3,7%. Untuk jadi nomor lima, market share 4% dan nilai transaksinya harus Rp700 miliar," tuturnya pula.

Lihat Juga Video Jaring Investor Asing, Mandiri Sekuritas Gelar ICD di London

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon