Tahun Depan, PNS Perempuan di Jakarta Bisa Bekerja Dekat Rumah

Rabu, 3 Desember 2014 | 15:44 WIB
LT
B
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: B1
Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita.
Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) wanita. (Antara)

Jakarta - Untuk memberikan kaum perempuan bekerja waktu luang dengan keluarga di rumah, khususnya Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemprov DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan memberikan kesempatan bagi mereka memilih sendiri lokasi tempat kerja yang dekat dengan domisili masing-masing.

Kebijakan ini akan berlaku mulai tahun depan. Pemprov DKI akan memberi jabatan fungsional kepada PNS wanita di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kelurahan, kecamatan, hingga kantor wali kota di lima wilayah Jakarta pada tahun depan.

"Jadi, ibu-ibu (PNS DKI perempuan) boleh memilih mau bekerja di mana saja dekat dengan rumah. Tidak boleh ada alasan apa pun lagi, atasan anda semua tidak mengizinkan mencari tempat kerja paling dekat dengan rumah. Enggak ada urusan," tegas Basuki saat membuka acara "Dialog Interaktif Etika Birokrasi Penyelenggaraan Pemerintah tentang Pemberdayaan dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan Masyarakat" di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (3/12).

Sebab, katanya, semakin dekat tempat kerja PNS perempuan dengan rumahnya, maka akan semakin memperpendek jarak tempuh perjalanan antara rumah ke kantor dan sebaliknya. Hal ini akan membawa dampak bertambahnya waktu kaum perempuan ini berkumpul, berinteraksi, dan mengurus keluarga mereka.

Semakin bertambahnya waktu berkualitas kaum ibu bekerja bersama keluarganya, maka akan meningkatkan kualitas keluarga di Jakarta.

"Kita ingin mulai tahun depan itu, ibu-ibu punya waktu berkualitas, sehingga anak-anak punya waktu lebih baik buat belajar Al-Quran," ujarnya.

Melalu kebijakan ini, lanjut mantan Bupati Belitung Timur ini, PNS perempuan dapat diberdayakan untuk menggerakkan kaum ibu di wilayahnya untuk memantau kondisi di lingkungan masing-masing. Misalnya, membantu melaporkan jalan rusak, sekolah rusak, dan rumah tidak layak hingga warga yang tak dapat akses kesehatan gratis.

"Lebih baik kita konsentrasi ke kampung-kampung. Bagaimana caranya agar tidak ada lagi anak-anak cacat yang tidak bisa sekolah. Tidak ada jalan rusak yang tak diperbaiki. Tidak ada lagi anak-anak yang tidak bisa sekolah. Sebab, nanti itu tugas PNS perempuan yang merangkul ibu-ibu di wilayahnya," ungkap pria yang akrab disapa Ahok ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon