Kapolres Banyumas: Tembak di Tempat Pelaku Kejahatan
Rabu, 8 Juli 2015 | 13:12 WIB
Purwokerto - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Murbani Budi Pitono menginstruksikan anggotanya menembak di tempat para pelaku kejahatan sesuai prosedur.
"Tembak di tempat pelaku kejahatan itu harus sesuai prosedur," kata Murbani, dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Keamanan Operasi Ketupat Candi 2015, di Markas Polres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Rabu (8/7).
Terkait hal itu, dia mengatakan, pihaknya selama Operasi Ketupat Candi 2015 yang dilaksanakan mulai 9 Juli akan menyiagakan penembak jitu (sniper), di sejumlah ruas jalan utama yang dinilai rawan kejahatan jalanan, baik jalur selatan Jawa Tengah (Jateng) maupuh jalur tengah Jateng, khususnya ruas Ajibarang-Cilongok.
Selain itu, kata dia, Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas akan memasang kamera pengintai (closed circuit television/CCTV) di sembilan titik persimpangan jalan yang sering dipadati arus kendaraan.
"Kami siap melaksanakan pengamanan arus mudik maupun arus balik lebaran," katanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polres Banyumas Komisaris Polisi Suranto mengatakan, dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2015, Polres Banyumas menyiapkan 16 pos pengamanan (pospam), lima subpospam, dan dua pos pelayanan.
Selain itu, kata dia, jumlah personel yang diterjunkan untuk pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2015 di wilayah hukum Polres Banyumas sebanyak 973 orang yang terdiri atas anggota Polres Banyumas, Satuan Brigade Mobil (Brimob), Bawah Kendali Operasi (BKO) Markas Besar Kepolian Republik Indonesia.
"Operasi Ketupat Candi 2015 juga didukung 481 personel dari berbagai instansi dan organisasi di Kabupaten Banyumas," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




