Telkom Terus Jajaki Akuisisi Perusahaan Digital

Senin, 21 Desember 2015 | 21:24 WIB
FN
B
Penulis: Farid Nurfaizi | Editor: B1
Ilustrasi Telkom Indonesia
Ilustrasi Telkom Indonesia (Istimewa)

Jakarta – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom/TLKM) juga terus mengevaluasi perusahaan digital di Asia Pasifik untuk diakuisisi. Pihaknya belum dapat menyebut identitas perusahaan tersebut.

"Strategi ekspansi itu build, buy, or borrow. Ketika perusahaan tidak punya sebuah kompetensi yang cukup, kami mencari perusahaan yang bisa membantu. Target Telkom adalah leading di industri digital," kata Chief Innovation and Strategy Officer Telkom Indra Utoyo kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.

Langkah perseroan mendongkrak bisnis digital dibuktikan dengan rencana mengakuisisi AP Teleguam Holding yang kini masih difinalisasi. Perusahaan ini memiliki lisensi layanan seluler yang lengkap, termasuk voice over long term evolution (LTE).

AP Teleguam Holding Inc merupakan perusahaan induk GTA Teleguam, salah satu operator telekomunikasi di Guam, sebuah pulau di barat Samudera Pasifik. Pada 29 Mei 2015, Telkom telah mencapai kesepakatan dengan Advantage Partners (AP) untuk mengakuisisi kepemilikan AP pada AP Teleguam Holdings.

Telkom dan GTA Teleguam telah bermitra lebih dari satu tahun. Keduanya terlibat dalam konsorsium pengembangan sistem kabel bawah laut South East Asia United States (SEA-US).

"Rencannya, Telkom ingin mengusai Teleguam hingga 100%. Sampai saat ini memang hanya tinggal menunggu izin dari otoritas Guam. Di proses ini yang sepenuhnya tidak bisa kami kendalikan," ujar Indra.

Telkom juga bakal agresif mengakuisisi perusahaan pada 2016. Telkom berencana membeli perusahaan pengelola satelit di Asia.

Menurut Indra, perseroan sempat bernegosiasi dengan operator satelit asal Hong Kong pada akhir 2014. Namun, rencana akuisisi tersebut batal, lantaran harga akuisisi yang diajukan tidak sesuai ekspektasi.

"Ekspektasi Telkom dengan mereka tidak ketemu. Kami masih tertarik untuk mencari pengelola satelit lain di wilayah Asia," jelas Indra.

Indra menegaskan, perseroan tengah mengevaluasi lebih dari dua perusahaan satelit. Menurut dia, memiliki satelit sendiri tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan transponder di masa mendatang. Karena itu, perseroan berniat menggandeng mitra strategis.

"Hanya mengandalkan satelit sendiri tidak cukup. Kami juga berupaya merambah pasar luar negeri," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon