Jokowi: 2 Tahun Lalu Saya Malu Lihat Pos Lintas Batas Negara NTT

Rabu, 28 Desember 2016 | 10:46 WIB
B
WP
Penulis: BeritaSatu | Editor: WBP
Pos Lintas Batas Negara di Nusa Tenggara Timur.
Pos Lintas Batas Negara di Nusa Tenggara Timur. (RRI)

Atambua- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masalah perbatasan menunjukkan kebanggaan dan wajah bangsa Indonesia. Jika dua tahun lalu kondisi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat memprihatinkan, kini kondisinya sudah berubah.

"Ini masalah kebanggaan, masalah wajah kita, bukan hanya wajah NTT tapi juga wajah Indonesia," kata Presiden saat meresmikan PLBN Terpadu Mota Ain, di Kabupaten Belu, NTT, Rabu (28/12).

Presiden mengungkapkan rasa malunya saat berkunjung dua tahun lalu dimana kondisi pos perbatasan Indonesia-Timor Leste sangat memprihatinkan. "Saya ingat betul bahwa bangunan pos lintas perbatasan yang ada di sini (Mota Ain) kalau dibandingkan dengan pos lintas di negara sebelah (Timor Leste) betul-betul saya sangat malu," ungkap Jokowi.

Presiden menguraikan bahwa kondisi bangunan PBLN saat itu tidak lebih bagus dibanding kantor kelurahan. "Kantornya dengan kantor keluarahan saja lebih bagus kantor kelurahan. Meja kursinya juga pas saya masuk ke dalam kayak meja kursinya, mohon maaf agak bingung saya mengatakan, pokoknya jelek-jelek semua," jelasnya.

Melihat kondisi, kata Jokowi, dirinya telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk membangun PLBN Mota Ain ini. "Saya kasih waktu dua tahun, jangan diundur dan kita bisa melakukan, bisa membangun. Kita juga punya anggaran, tadi bilangnya (habisnya) Rp 82 miliar," kata Presiden.

Jokowi menegaskan bahwa masalah perbatasan merupakan harga diri dan martabat, sehingga Indonesia sebagai bangsa yang besar harus lebih baik dari negara tetangga. "Saya ingin ini lebih baik dari yang di sana. Dan setelah jadi, terlalu baik sekarang, terlalu megah dan baik," ungkap Presiden.

Jokowi menegaskan bahwa di sekitar PLBN juga akan didorong menjadi pusat perekonomian masyarakat perbatasan. "Dan ini baru pos, belum ekonomi. Saya ingin pasar tradisonal tahun 2017 sudah selesai tahap kedua. Mota Ain ini menjadi kawasan ekonomi dan titik perekonomian baru di NTT," harap Presiden.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon