Batik Betawi Siap Merebut Pasar London

Jumat, 7 April 2017 | 21:43 WIB
MM
B
Penulis: Mardiana Makmun | Editor: B1
Batik betawi Elemwe by Lily Mariasari siap merebut pasar muslim London di ajang London Muslim Lifstyle Show 2017 pada 15-16 April 2017
Batik betawi Elemwe by Lily Mariasari siap merebut pasar muslim London di ajang London Muslim Lifstyle Show 2017 pada 15-16 April 2017 (Mardiana Makmun/Investor Daily/ma)

Jakarta - Batik betawi siap merebut pasar muslim London. Pekan depan, brand busana muslim Elemwe by Lily Mariasari akan menggelar koleksinya di London Muslim Lifestyle Show 2017 yang berlangsung di Olympia, pada 15-16 April 2017. Elemwe mengusung batik betawi dengan ragam motif unik khas Betawi.

"Batik betawi biasanya mengangkat motif ondel-ondel atau monas. Elemwe mengangkat motif yang berbeda, selain monas, juga ada pedagang kerak telor, bajay, salak condet, buah kemang, hingga flora khas betawi seperti tapak dara, flamboyan, serta fauna khas betawi seperti elang bondol," cerita Lily Mariasari kepada Investor Daily di Jakarta.

Lily akan menggelar 10 koleksi dengan harga mulai Rp3-5 juta. Potongan busana muslim yang disajikan Elemwe beragam. Selain gaun terusan, juga ada jumpsuit. Lily memadukan batik dalam rangkaian warna-warna alam dengan bahan katun polos. Dia juga mengaplikasikan bordir. "Trik mengaplikasikan bordir adalah dilihat lebih dulu jenis kain yang digunakan, warna kain, baru dicocokkan akan diletakkan di mana bordirnya," jelas Lily yang akan berangkat bersama desainer Poetrie Hanjani mewakili Indonesia.

Soal pasar muslim London, Lily optimis koleksinya bisa diterima. "Optimis saja, karena saya menawarkan busana muslim yang berbeda dari desainer lainnya. Apalagi warna yang saya tawarkan adalah warna-warna alam seperti coklat, hitam, warna-warna yang disukai orang Eropa," ujar Lily yang tahun lalu koleksinya habis terjual saat berpameran di New York.

Batik betawi dipilih Lily karena belum banyak desainer yang mengangkatnya. "Sebelumnya saya diprotes Walikota Jakarta Timur karena mengangkat batik cirebon saat berpameran di New York. Beliau meminta saya untuk selanjutnya mengembangkan batik betawi," tutur Lily.

Dengan batuan Walikota Jakarta Timur, Lily kemudian melakukan pembinaan pada perajin batik di Cakung, Jakarta Timur. "Tadinya, warna batiknya ngejreng, seperti kuning dan merah. Atas saran Bu Veronica Basuki, kami kemudian juga menggunakan warna-warna alam seperti coklat," cerita Lily.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon