Ibu Kota Negara Dipindah, Djarot: Kita Malah Lega
Rabu, 5 Juli 2017 | 13:24 WIB
Jakarta-Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyatakan tidak mempermasalahkan bila Ibu Kota Negara Republik Indonesia dipindahkan ke Palangkaraya atau ke kota besar lainnya. Dengan begitu, beban Jakarta terhadap berbagai persoalan, terutama populasi penduduk semakin berkurang.
"Kalau seumpama seperti itu, kita malah lega. Iya toh?" kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (5/7).
Idealnya, lanjut Djarot, ibu kota negara lebih fokus sebagai kota pemerintahan. Semua kegiatan untuk menjalankan roda pemerintahan negara ada di ibu kota. Artinya, ibu kota negara tidak lagi dicampur dengan urusan industri, perdagangan, jasa dan wisata.
Namun Jakarta, sebagai ibu kota negara Indonesia telah menjadi kota segala ada.
"Idealnya kan ibu kota negara itu fokus sebagai kota pemerintahan. Jakarta itu kan beberapa waktu lalu, saya katakan sebagai kota yang segalanya ada. Kita menjadi kota pemerintahan, kota dagang, kota industri, kota pendidikan, kota wisata campur jadi satu," ujarnya.
Ia mencontohkan ibu kota negara Australia, di Canberra. Hanya dipusatkan sebagai kota pemerintahan saja. Sedangkan Sydney menjadi kota dagang, bisnis, wisata, dan sebagainya.
"Anda lihat di Australia. ibu kotanya di Canberra. Dan itu jauh dari Sydney yang menjadi kota dagang, bisnis, dan sebagainya. Tetapi untuk pelayanan pemerintahan itu di Canberra," jelasnya.
Begitu juga dengan Belanda. Ibu kota Belanda bukan di Amsterdam, melainkan di Den Haag.
Kalau Jakarta diubah menjadi kota yang dipusatkan sebagai kawasan bisnis dan industri serta wisata, Pemprov DKI menyambut baik hal itu.
Tetapi, pemindahan ibu kota tidak bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Karena pemindahan ibu kota membutuhkan waktu yang cukup panjang, bisa mencapai lebih dari dua tahun.
"Tapi permasalahannya, apa iya dalam waktu dekat bisa dipindah ke Palangkaraya? Kalau kami, DKI ya siap-siap saja. Apa pun itu. Tapi saya tidak yakin. Sekali lagi tidak yakin itu bisa dilakukan dalam waktu satu tahun ke depan," tukasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




