Eks Gubernur Kalteng Usul Badan Khusus Pemindahan Ibu Kota

Senin, 31 Juli 2017 | 23:49 WIB
CP
B
Penulis: Carlos KY Paath | Editor: B1
Teras Narang.
Teras Narang. (Antara)

Jakarta – Mantan Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang mengusulkan dibentuknya suatu badan khusus yang mengkaji wacana pemindahan pusat pemerintahan. Badan tersebut diharapkan berada di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Saya usulkan dibuat satu badan. Badan persiapan pembentukan pusat pemerintahan Republik Indonesia. Badan ini langsung di bawah presiden," kata Agustin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (31/7).

Dengan adanya badan dimaksud, menurutnya tak akan ada lagi kendala signifikan.

"Sehingga tidak lagi banyak kendala-kendala ego sektoral. Lebih cepat dibentuk badan lebih bagus," ujarnya.

Pada bagian lain, dia mengapresiasi program-program pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Ini persis seperti yang saya lakukan. Kalau kita menggenjot untuk pertumbuhan ekonomi, maka tiada lain infrastruktur harus kita hidupkan," ucapnya.

"Apa yang dilakukan beliau sudah on the track atau sudah benar. Malah kita harapkan beliau lebih fokus lagi pada sentra-sentra produksi sehingga jalan yang dibangun bukan sekadar dibangun, tapi bermanfaat untuk perkembangan ekonomi, kependudukan dan sebagainya."

Sebelumnya, mengenai wacana pemindahan pusat pemerintahan, Presiden menjelaskan bahwa hal itu masih dalam tahap kajian sebelum benar-benar dilaksanakan.

"Apakah ibu kota negara akan pindah? Pindah ke mana? Begini. Wacana pemindahan ibu kota Negara Indonesia sampai dengan saat ini masih berada pada tahap kajian," kata Presiden.

Dalam acara Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah di Balikpapan, Kalimantan Timur, terdapat tiga provinsi yang sedang dikaji lebih mendalam.

"Tentu tidak akan saya buka. Hal ini untuk meminimalisir harga tanah yang dapat melambung tinggi akibat aksi para spekulan," ucap Presiden.

"Pemindahan ibu kota memerlukan kalkulasi mendalam dari berbagai aspek: sosial politik, infrastruktur, dan perekonomian. Semua dihitung, kemudian baru diketahui kebutuhan biayanya. Itu menyangkut biaya yang banyak."



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon