Polisi Duga Penembakan di Tembagapura Bermotif Ekonomi
Kamis, 26 Oktober 2017 | 17:55 WIB
Jakarta - Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar mengatakan jika penembakan beruntun di Tembagapura, Papua oleh kelompok separatis pimpinan Sabinus Waker yang bergerilya di Gunung Sangker Kalibua, Kampung Utikini, bermotif ekonomi.
Penembakan yang telah menyebabkan setidaknya seorang anggota Brimob gugur dan enam anggota Brimob yang lain mengalami luka tembak itu akan dihadapi polisi dengan penegakan hukum secara tuntas.
"Ada peningkatan, intensitas dari kelompok bersenjata. Mereka menyerang masyarakat, menyerang kepolisian. Ada dugaan motifnya ekonomi karena selama ini (mereka) masih menikmati (sisa penggalian Freeport) dari pendulang-pendulang ilegal," kata Boy di STIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/10).
Jumlah mereka diperkirakan sekitar 15-20 orang. Polisi menyayangkan aksi kriminal ini yang menembak ambulance Selasa (24/10) kemarin. Ambulance itu membawa seorang ibu yang baru saja melahirkan hingga dia terkena serpihan kaca.
"Masyarakat ikut jadi korban juga. Kemarin dia serang petugas polisi, karyawan PT Freeport, serang masyarakat. Kita akan kejar. Tidak (ada negoisasi), ini murni penegakan hukum. Mereka ini turun gunung. Memang ini musim-musiman. Tahun lalu juga ada," lanjutnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




