Kapuspen: TNI Diserang Kekuatan Tidak Berimbang di Nduga
Jumat, 8 Maret 2019 | 16:37 WIBJakarta – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Sisriadi mengemukakan, pasukan TNI diserang dengan kekuatan tidak berimbang di Distrik Mugi Kabupaten Nduga, Papua, Kamis (7/3/2019) pagi. Mereka diserang oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya.
"Pasukan yang diserang tergabung dalam Satgas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum). Mereka sedang melaksanakan pengamanan dalam rangka proses pergeseran pasukan TNI yang akan melaksanakan pengamanan dan pembangunan infrastruktur Trans Papua Wamena-Mumugu di Kabupaten Nduga," kata Sisriadi di Jakarta, Jumat (8/3/2019).
Ia menjelaskan, pasukan TNI Satgas Gakkum berkekuatan 25 orang. Mereka baru tiba dalam rangka mengamankan jalur pergeseran pasukan. Tiba-tiba mendapatkan serangan mendadak oleh sekitar 50-70 orang KKSB bersenjata campuran, baik senjata standar militer, maupun senjata tradisional seperti panah dan tombak.
"Pasukan berusaha melakukan perlawanan sehingga berhasil menguasai keadaan. Musuh berhasil dipukul mundur sampai menghilang ke dalam hutan belantara," tuturnya.
Akibat dari kejadian tersebut, tiga prajurit gugur yaitu Serda Mirwariyadin, Serda Yusdin, dan Serda Siswanto Bayu Aji. Sementara dari KKSB, prajurit TNI berhasil merampas lima pucuk senjata. Kemudian ditemukan satu orang jenazah yang identitasnya masih dalam penyelidikan.
"Diperkirakan 7-10 orang anggota KKSB juga tewas namun mayatnya berhasil dibawa kabur oleh teman-temannya," tutur Sisriadi.
Di tempat terpisah, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengemukakan tiga prajurit TNI yang tewas telah dikirim ke kampung halamannya masing-masing.
Jenazah Serda Yusdin diberangkatkan dari Timika ke Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) menggunakan pesawat Sriwijaya. Dari Makasar dikirim via darat ke rumah duka di Palopo, Sulsel.
Sementara jenazah Serda Miswariyadin dan Serda Siswanto Bayu diberangkatkan dari Timika - Denpasar - Jakarta menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Jenazah Serda Miswariyadin dilanjutkan menuju Bima, NTB, sedangkan jenazah Serda Siswanto Bayu dilanjutkan ke Solo, Jawa Tengah (Jateng).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




