PT MRT Jakarta Imbau Penumpang Uji Coba Publik Taati Aturan di Stasiun
Selasa, 12 Maret 2019 | 14:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Mulai hari ini, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mulai beroperasi untuk uji coba publik dalam jumlah terbatas dan gratis. Untuk itu, PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta meminta masyarakat yang mengikuti program uji coba publik MRT ini menaati aturan yang telah ditetapkan di stasiun. Untuk kenyaman dan keselamatan bersama.
Sebab, meski 13 stasiun MRT sudah dibuka untuk publik, tetapi masih ada pengerjaan fisik yang belum selesai di beberapa stasiun.
Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, William P Sabandar membenarkan hal itu. Ia mengimbau masyarakat mengikuti tanda, rambu dan aturan yang sudah terpasang di seluruh stasiun MRT Jakarta.
"Seperti di pintu masuk stasiun Setiabudi misalnya. Saat ini trotoar tengah dikerjakan. Para pekerja masih memasang batu-batu alam lapisan terluar trotoar. Begitu juga pada stasiun melayang. Di Stasiun Sisingamangaraja bagian bawah stasiun masih dikerjakan. Masih ada juga eskalator yang belum difungsikan dengan alasan keamanan," kata William Sabandar di kantor MRT Jakarta, Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).
Tetapi, ditegaskannya, secara keseluruhan, stasiun MRT Jakarta sudah siap beroperasi menyambut warga yang antusias mengikuti program uji coba publik MRT Jakarta. Begitu juga dengan seluruh rangkaian kereta MRT Jakarta, telah siap mengangkut penumpang yang ditargetkan mencapai 285.600 orang dalam waktu dua pekan, 12-24 Maret 2019.
William Sabandar menceritakan, tadi pagi bertemu dengan penumpang yang tinggal di Rempoa, Tangerang Selatan. Dari tempat tinggalnya dia naik ojek online ke stasiun Lebak Bulus, kemudian meneruskan perjalanannya naik MRT ke Dukuh Atas.
"Seperti itulah gambaran perilaku penumpang saat beroperasi nanti. Sebab, rute MRT saat ini baru 16 kilometer. Intinya saat ini integrasi antarmoda supaya bisa memaksimalkan layanan kepada warga Jakarta. Sehingga warga bisa memanfaatkan semua moda transportasi untuk bepergian," kata William Sabandar.
Melihat ribuan masyarakat setiap harinya yang akan menaiki MRT Jakarta, William Sabandar mengimbau mereka menaati aturan, tanda dan rambu yang sudah terpasang di setiap stasiun MRT. Salah satunya adalah aturan naik turun penumpang.
Di setiap platform stasiun MRT Jakarta, ada tanda kuning dan hijau yang ditempelkan di lantai. Tanda hijau berbentuk segitiga diperuntukkan bagi penumpang yang akan turun. Sedangkan tanda kuning yang berbentuk persegi panjang besar dan kecil di kiri kanan, untuk penumpang yang akan naik atau sedang menunggu kereta datang.
Menurut William Sabandar, jika semua aturan dan tanda di stasiun ditaati penumpang, maka masyarakat telah berkontribusi dalam menerapkan cara bertransportasi publik yang baik. "Saat warga kita ke Singapore bisa tertib mengikuti aturan sana. Kita berharap perilaku seperti itu juga diterapkan di Jakarta. Ini akan menjadi lompatan menuju negara maju," tegas William Sabandar.
Terkait ticketing, semua transaksi dilakukan secara non tunai. Saat ini ada lima bank yang bisa digunakan. Diantaranya, Bank Mandiri, BNI, dan DKI. Kartu yang dikeluarkan lima bank itu bisa juga digunakan ke moda angkutan massal lainnya. Namun, selama masa ujicoba belum digunakan tiket otomatis.
Berdasarkan pengamatan Beritasatu.com saat mengikuti uji coba publik, masyarakat sudah banyak mengetahui kegunaan tanda kuning dan hijau tersebut. Mereka sudah menunggu di dalam kotak tanda kuning untuk membiarkan penumpang turun terlebih dahulu.
Dan bila ada penumpang yang tidak berdiri di kotak kuning tersebut, maka ada petugas stasiun yang akan menghampiri dan memberitahukan penumpang agar berdiri di dalam kotak.
Seluruh petugas selalu memberikan informasi kepada penumpang dengan ramah dan senyum yang selalu menghiasi wajah.
Hal ini membuat masyarakat yang ingin naik pun merasa nyaman dan aman. Apalagi bagi mereka yang baru pertama kali naik MRT Jakarta. Seperti, Alia (25), warga Jakarta Barat, yang hari ini sengaja naik MRT Jakarta. Karena belum pernah mencoba naik transportasi publik yang sudah beroperasi di kota-kota besar di negara maju seperti Singapura dan Jepang.
"Saya baru pertama kali naik MRT. Katanya MRT ini sudah dimiliki negara-negara maju. Tadinya takut sih, karena belum punya pengalaman naik MRT. Tapi pas sampai di Stasiun Sisingamangaraja, petugasnya ramah-ramah. Selalu tersenyum. Dan memberikan informasinya dengan baik. Jadi saya merasa nyaman, aman dan tidak takut lagi naik kereta modern ini," ujar Alia.
Di setiap stasiun juga ada tanda penunjuk arah, papan informasi digital kedatangan kereta MRT yang akan tiba di stasiun dan rute evakuasi. Didalam kereta juga ada intercom darurat dan alat pemadam kebakaran ringan (apar).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




