Raih Emas, Paduan Suara Kaimana Harumkan Indonesia di Eropa

Senin, 26 Agustus 2019 | 15:01 WIB
YS
B
Penulis: Yuliantino Situmorang | Editor: B1
Paduan Suara (PS) asal Kaimana, Papua Barat, Sunset Mix Choir saat tampil di ajang Grand Prix of Nations Gothenburg 2019 & 4th European Choir Games di Gutenburg, Swedia.
Paduan Suara (PS) asal Kaimana, Papua Barat, Sunset Mix Choir saat tampil di ajang Grand Prix of Nations Gothenburg 2019 & 4th European Choir Games di Gutenburg, Swedia. (Pemkab Kaimana/istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Sunset Mix Choir, Paduan Suara (PS) asal Kaimana, Papua Barat, mengharumkan nama Indonesia setelah meraih medali emas pada ajang Grand Prix of Nations Gothenburg 2019 & 4th European Choir Games di Gutenburg, Swedia. Medali emas yang diraih PS Sunset Mix Choir itu dari dua kategori yakni Mix Choir (Paduan Suara Campuran) dan Gospel atau Lagu Gerejawi.

"Sunset Mix Choir dari Kaimana memecahkan kebuntuan sejarah. Soalnya belum pernah ada paduan suara dari Indonesia yang mencapai prestasi ini," ujar Bupati Kaimana Matias Mairuma kepada Beritasatu di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Matias ikut mendampingi 60 anggota Sunset Mix Choir ke Eropa. Nyaris satu bulan penuh, para anggota PS asal Kaimana ini berada di Eropa dengan pimpinan konduktor Hermantika Sinapa.

Matias mengisahkan, ia dan seluruh tim dari Kaimana terharu saat prosesi penyerahan medali. Ketika itu, bendera Merah Putih dan lambang daerah Kaimana dikibarkan dan dibawa berlari di atas panggung dengan disaksikan perwakilan dari 36 negara yang menjadi peserta ajang paduan suara internasional bergengsi tersebut. Medali emas itu menjadi istimewa, karena PS asal Kaimana bisa unjuk prestasi di ajang yang diikuti sekitar 600.000 anggota paduan suara yang digelar 3-10 Agustus 2019 itu.

Dijelaskan, Tim Sunset Mix Choir mengawali lomba dari tahap penyisihan (open turnamen) untuk lagu gerejawi. Tahap itu diikuti tim dari 36 negara, termasuk Tiongkok, AS, Prancis, dan Swiss. Ternyata, Sunset Mix Choir Kaimana menjadi pemenang dan mendapat medali emas.

"Perolehan itu memberi jaminan kepada tim kami untuk bisa ikut pada tahapan Grand Prix. Kami memutuskan ikut dengan melawan peserta dari AS dan Prancis yang memiliki dua tim," tutur dia.

Lalu, pada tahap grand prix, tim PS Kaimana mengikuti dua mata lomba yaitu PS Dewasa dan Lagu Gerejawi. Ternyata, masing-masing memperoleh dua medali emas dan hanya terpaut nilai 1,4 poin dari tim Prancis yang meraih gelar champion.

Menurut Matias, dengan masuknya Tim PS Kaimana pada level grand prix, memberi nilai luar biasa. Sebab, tahun depan, Sunset Mix Choir tidak harus melalui tahapan penyisihan lagi atau open turnamen. "Jadi bisa langsung ikut pada level grand prix. Selama Europen Choir Games dilaksanakan mulai dari Austria, Jerman, Latvia, dan tahun ini di Swedia, tim dari Indonesia tidak pernah lolos pada tahapan penyisihan, kini tim dari Kaimana bisa mencetak sejarah," papar Matias.

Perjalanan Panjang
Persiapan paduan suara Kaimana menempuh jalan panjang. Prestasi berawal ketika Kaimana menjadi tuan rumah Pesparawi XII Se-Tanah Papua pada 2017. Ketika itu, hampir semua daerah, termasuk Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, menyatakan bahwa Kaimana sukses sebagai tuan rumah.

Ketika itu, Tim Pesparawi Kaimana berhasil menyabet emas pada mata lomba favorit Paduan Suara Campuran Dewasa.
Prestasi berlanjut pada Pesparawi Nasional 2018 di Pontianak. Saat itu, Provinsi Papua Barat berhasil menjadi juara umum dan tim Pesparawi Kaimana memperoleh medali emas untuk mata lomba favorit yakni Paduan Suara Campuran Dewasa.

Melihat hasil yang dicapai plus kondisi Kabupaten Kaimana sebagai kabupaten pemekaran, jelas Kaimana sudah layak go internasional dan didukung pelatih nasional. Makanya, Pemkab Kaimana memberanikan diri mengirim tim paduan suara ke Eropa.

"Kami diajak ikut lomba tingkat internasional agar anggota tim pesparawi Kaimana lebih percaya diri sekaligus sebagai reward atas hasil kerja kerasnya," kisah Matias.

Sepulang dari Pontianak, lanjut Matias, pihaknya langsung melakukan audisi dan tingkatkan jam latihan untuk persiapan mengikuti ajang di Gutenberg, Swedia. Setiap tahun, Pemkab Kaimana mengalokasikan dana untuk Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD).

Dana itu digunakan untuk biaya latihan, gaji pelatih, termasuk biaya ke Gutenburg.

"LPPD juga menggelar malam penggalangan dana untuk menutup kekurangannya. Bahkan, Sunset Mix Choir harus menggadakan konser untuk pencarian dana sendiri. Soalnya, Pemda Provinsi Papua Barat tidak memberi dukungan dana," kata Matias.

Ternyata, paduan suara Kaimana berjaya di Eropa. Selain tim PS dari Kaimana, peserta dari Indonesia lainnya yang meraih medali emas adalah dari kategori musik Jaz dan Pop yakni Gitabumi Voices dengan konduktor Tedy Tedy Eka Supriyandi dan Sparkling Singers dengan konduktor Dinar Primasti.

"Tim Indonesia tampil luar biasa. Saya bangga dengan mereka," ujar Dubes RI untuk Swedia, Bagas Hapsoro dalam keterangan tertulisnya, pekan lalu.

Saat ajang itu digelar, pihak KBRI mengirim perwakilannya ke Gutenburg untuk turut mendukung perjuangan tim-tim dari Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon