Pengungsi Nduga Tak Lagi Tinggal di Jayawijaya

Rabu, 6 November 2019 | 14:59 WIB
MB
B
Penulis: Maria Fatima Bona | Editor: B1
Para peserta berfoto bersama seusai rakor Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama kementerian/lembaga dan pemda terkait penanganan masyarakat terdampak konflik yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (5/11/2019).
Para peserta berfoto bersama seusai rakor Kementerian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bersama kementerian/lembaga dan pemda terkait penanganan masyarakat terdampak konflik yang digelar di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (5/11/2019). (Suara Pembaruan/Maria Fatima Bona)

Wamena, Beritasatu.com - Dalam masa penanganan konflik Wamena, Papua yang dimulai pada 7 Oktober dan berakhir pada 5 November lalu, masih banyak informasi yang simpang siur terkait data jumlah pengungsi yang sebenarnya hingga bantuan yang belum tepat sasaran.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nduga, Ricky Kapele menyatakan bahwa kini tidak ada lagi pengungsi Nduga yang berada di Kabupaten Jayawijaya. Ini termasuk para siswa yang semula belajar di sekolah darurat atau tempat pengungsian di lokasi Gereja Weneroma di Distrik Ilekma, Kabupaten Jayawijaya. Kini semua sudah berada dan bersekolah di Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.

Menurut Ricky, yang menjadi masalah saat ini adalah kondisi pengungsi di lima distrik yakni Distrik Mbua, Distrik Koroptak, Distrik Paro, Distrik Yuguru, dan Distrik Kenyam Kabupaten Nduga yang hingga saat ini belum tersentuh bantuan dari pemerintah pusat. Selama ini, pemda hanya mengandalkan APBD untuk bisa menangani masalah pengungsi.

"Memang dapat bantuan dari dinas sosial Provinsi Papua, meski sempat ditolak pengungsi. Namun setelah dikoordinasikan dengan Dandim dan diserahkan ke Pemda Nduga, akhirnya bantuan telah disalurkan," ujarnya dalam rapat koordinasi (rakor) bersama pemerintah daerah (pemda) Jayawijaya, Nduga, dan Lanny Jaya di Hotel Grand Sartika, Wamena, Papua, Selasa (5/11/2019).

Dengan kondisi ini, Ricky menuturkan, bantuan yang selama ini mengatasnamakan kabupaten Nduga dari Kemsos itu diserahkan kepada masyarakat Nduga yang ada di sekitar Kabupaten Jayawijaya. Yang menjadi masalahnya hingga saat ini adalah data pengungsi. Pasalnya, Pemda Nduga sendiri tak bisa ke lokasi konflik karena situasi dan kondisi yang belum kondusif.

Pada kesempatan sama, Bupati Jayawijaya, John Richard Banua mengatakan, dalam menangani konflik sosial atau kerusuhan yang terjadi di Wamena, Nduga, dan Lanny Jaya, pemda Jayawijaya mendapat dukungan dari pemerintah provinsi Papua maupun pemerintah pusat. Dengan begitu, semua pengungsi dari dua kabupaten yang berada di Jayawijaya diakomodasi semuanya mulai dari kebutuhan pokok hingga fasilitas belajar untuk anak sekolah agar anak-anak tetap menjalankan pendidikan.

"Untuk masalah Nduga di wilayah Kabupaten Jayawijaya, kami telah berkoordinasi dengan kabupaten Nduga. Anak-anak tetap sekolah hingga ujian dengan baik. Kami sediakan fasilitas tempat gedung SMA PGRI sehingga siswa kabupaten Jayawijaya bisa sekolah lagi dan siswa kabupaten Nduga sekolah sore dengan guru dari mereka. Ini sudah kami koordinasikan dengan pemda Nduga," kata John.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon