Nyawa Bertumbangan di Sugapa, Polri: Tak Segampang Jakarta

Selasa, 22 September 2020 | 11:28 WIB
FA
JM
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: JEM
Korban penembakan KKB dievakuasi menggunakan pesawat Rimbun Air DHC6-400/PK-OTJ dari Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya menuju RSUD Timika, Kabupaten Mimika.
Korban penembakan KKB dievakuasi menggunakan pesawat Rimbun Air DHC6-400/PK-OTJ dari Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya menuju RSUD Timika, Kabupaten Mimika. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Polri mengaku terus mengejar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Sugapa, Intan Jaya, Papua yang terus menebar teror. KKB yang di pimpin oleh Karel Tipagau dan Undius Waker itu, diduga kembali menembak seorang pendeta hingga tewas.

"Masih dikejar pelakunya. Nanti saya tanyakan ke kabid humas (soal proyektilnya) tapi balik lagi memang rekan-rekan cobalah ke sana. Memang kita bayangkan situasi di sana tidak seperti yang kita bicarakan di sini. Situasi memang tidak gampang, saya pernah ke sana," kata Karo Penmas Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Senin (21/9/2020).

Apa KKB berniat mengganggu pembangunan infrastruktur? "Tentunya kalau namanya menggangu pastilah kalau secara psikologis masyarakat pasti, Namanya juga teror kan itu. Dibuat oleh KKB. Tapi Polri-TNI di sana tidak membiarkan. Dalam artian kita kejar terus pelaku," jawab Awi.

Pendeta yang ditembak hingga tewas adalah Pendeta Yeremia Zanambani di Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya. Pelakunya diduga Jelek Waker dan gerombolannya.

Sebelumnya Pratu Dwi Akbar Utomo gugur saat kontak tembak antara TNI dengan KKB pada Sabtu, 19 September 2020. Korban sempat dibawa ke Puskesmas Sugapa untuk menjalani perawatan. Namun nyawanya tak tertolong.

Peristiwa ini menambah panjang peristiwa penembakan yang terjadi hanya sepekan dimana empat orang terluka tembak dimana dua diantaranya tewas.

Sugapa merupakan ibukota kabupaten Intan Jaya itu. Titik ini termasuk wilayah pedalaman Papua yang serba minim dan kerap dijadikan awal pendakian ke Puncak Cartenz.

Harga bensin dan Sembako disana kadang berkali-kali lipat dari harga normal sebab susahnya medan transportasi. Namun disisi lain bentang alamnya indah karena dikepung oleh pegunungan-pegunungan tinggi.

Namun disinilah dalam sepekan terakhir—selain pendeta dan Pratu Dwi—dua tukang ojek atas nama Badawi, 49 tahun dan Babinsa atas nama Serka Sahlan diserang KKB dan meninggal dunia.

Sebelumnya dua tukang ojek juga ditembak dan luka saat diserang di Kampung Mamba Distrik Sugapa. Mereka adalah Laode Anas Munawir dan Fatur Rahman.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon