Situasi Memanas, Polisi Tambah Personel di Sugapa

Selasa, 22 September 2020 | 19:43 WIB
FA
IC
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: CAH
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw. (Beritasatu.com/Farouk Arnaz)

Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan akan melakukan penambahan personel di Intan Jaya setelah terjadinya penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias Zanambani di Kampung Bomba Distrik Hitadipta Kabupaten Intan Jaya, Papua Minggu (20/9/2020).

Paulus akan melakukan pertemuan dengan Pangdam Kodam XVII Cenderawasih guna pembahasan permasalahan itu dan mengambil langkah cepat dalam penanganan kelompok separatis.

"Kita kita akan fokus penambahan anggota di sana untuk, melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB. Namun (tak mudah) karena kini berimbas kepada maskapai yang enggan mengangkut Aparat Keamanan TNI-Polri,"  kata Paulus dalam keterangan tertulis Selasa (22/9/2020). 

Pertimbangan maskapai untuk tidak mengangkut aparat dikarenakan faktor keselamatan. Hal itu dinilai wajar saja bagi mereka setelah teror yang di lontarkan oleh juru bicara TPNPB OPM Sebby Sambon yang berdurasi 1 menit 20 detik yang viral media sosial pada Sabtu 19 September 2020 lalu. 

Dalam video tersebut Sebby menyebutkan bahwa prajurit dari TNPN OPM tidak segan-segan menembaki pesawat yang mengangkut aparat keamanan.

Lebih lanjut Paulus menegaskan penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

"Penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremias di Kampung Hitadipa bukan dilakukan oleh aparat Keamanan. Mengingat wilayah tersebut dikuasai oleh KKB," kata Paulus.

Paulus menyebut jika tudingan dari berbagai pihak yang menyebutkan penembakan itu dari TNI-Polri adalah keliru karena ditempat tersebut tidak ada aparat keamanan. Bahkan wilayah itu basis yang ditempati lima kelompok dari KKB.

"Para tokoh yang mengaku sebagai pemimpin untuk tidak berkomentar atau menuding. Mari kita mendukung langkah-langkah penegakan hukum yang akan dilakukan oleh aparat baik itu Polri maupun TNI," tambah putra asli Kaimana, Papua yang tumbuh besar di Surabaya ini.

Selain itu Petrus juga yakin bahwa penembakan yang dilakukan oleh KKB terhadap seorang Pendeta di Intan Jaya, sengaja di politisi oleh beberapa oknum untuk mengarah pada sidang PBB nantinya.

"Ini propaganda yang dilakukan mengingat akan digelarnya sidang PBB, dan kita semua paham tentang itu. Jadi beberapa para pihak yang mencoba mendramatisasi kejadian tersebut," sambungnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon