TPNPB-OPM Bertanggung Jawab atas Penembakan TGPF di Papua
Jumat, 9 Oktober 2020 | 23:15 WIB
Jayapura, Beritasatu.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengaku bertanggung jawab atas penembakan rombongan tim gabungan pencari fakta (TGPF), Jumat (9/10) pukul 15.45 WIT di Kampung Mbomogoh Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Komando Nasional TPNPB-OPM, Sebby Sambom saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2020) malam.
"Itu keputusan kami. Kami menolak tim investigasi bentukan Menko Polhukam Mahmud MD. Kami minta tim independen yang harus investigasi, yaitu PBB, Komnas HAM, LSM HAM, dan Gereja," ujar Sebby yang bermukim di Papua Nugini.
Akibat penembakan tersebut, dua orang terluka, yakni Bambang Purwoko yang merupakan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang menjadi anggota TGPF dan Sertu Faisal Akbar. Bambang terkena tembakan di pergelangan kaki kiri, sedangkan Faisal mengalami luka tembak di pinggang.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs Ahmad Musthofa Kamal SH, Jumat (9/10/2020) sore, menyebutkan bahwa penembakan terhadap rombongan TGPF dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Pada Kamis (8/10/2020), TGPF tiba di Kabupaten Intan Jaya, dilanjutkan pertemuan dengan Forkopimda di ruang rapat kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.
Kemudian, pada Jumat, sekitar pukul 15.45 WIT saat TGPF kembali dari tempat pembunuhan pendeta Yeremia Zanambani di Distrik Hitadipta menuju ke Distrik Sugapa, mereka ditembaki KKB.
"Saat ini kedua korban berada di RSUD Sugapa untuk mendapatkan perawatan medis," ujarnya.
Setelah kejadian itu, pihaknya mengejar KKB. Saat ini kondisi di Distrik Sugapa telah aman terkendali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




