PBB: Peru Bakal Salip Produksi Kokain Kolombia

Kamis, 27 September 2012 | 16:34 WIB
AD
B
Penulis: AFP/Antara/ Yudo Dahono | Editor: B1
Ilustrasi kokain.
Ilustrasi kokain. (The Guardian)
Lahan untuk tanaman koka di Peru naik secara drastis dalam dua tahun terakhir.

Peru menjadi negara penghasil terbesar kedua koka--tanaman bahan baku kokain--setelah Kolombia. Angka ini diukur berdasarkan jumlah lahan khusus untuk tanaman itu, seperti yang dilansir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (26/9).

Penghasil koka dunia itu terletak tertutup di pegunungan Andes, Amerika Selatan, meliputi Kolombia, Peru, dan Bolivia.

"Pada tahun 2011 terdapat 62.500 hektar koka di Peru, naik dari 61.200 pada tahun 2010," ungkap Flavio Mirella, dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan di Lima, ibukota Peru.   

"Di Kolombia, 64.000 hektar yang dikhususkan untuk meningkatkan coca, baik dari 62.000 hektar pada tahun 2010," kata Mirella kepada wartawan.

"Kolombia bertanggung jawab atas 41,6 persen dari perkebunan koka dunia, yang disusul Peru dengan 40,7 persen dan Bolivia hampir 18 persen."

Para ahli telah memprediksi bahwa Peru bisa segera menyalip Kolombia dalam memproduksi kokain, karena selama satu dekade penumpasan kokain Bogota dukungan AS telah secara dramatis melemahkan kartel narkotika di negara itu, yang begitu legendaris.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon