Pemindahan Ibu Kota Dinilai Menguntungkan dari Perspektif Intelijen dan Keamanan

Selasa, 15 Februari 2022 | 22:37 WIB
FS
FS
Penulis: Fana F Suparman | Editor: FFS
Analis intelijen dan keamanan, Alto Labetubun.
Analis intelijen dan keamanan, Alto Labetubun. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Analis konflik dan keamanan, Alto Labetubun menilai pemindahan ibu kota menguntungkan Indonesia bila dilihat dari perspektif taktis intelijen dan keamanan. Alto menjelaskan, pembangunan ibu kota baru di IKN Nusantara, Kalimantan Timur mengatur ulang jarak antara infrastruktur pemerintahan dengan infrastruktur lembaga negara asing yang akan berkantor di IKN Nusantara. Dengan demikian, pengamanan infrastruktur pemerintahan terhadap potensi aksi kontraintelijen, seperti surveillance hingga penyadapan dapat diminimalisir. 

"Hal ini berbeda dengan situasi di Jakarta sekarang di mana infrastruktur pemerintahan berada dalam proximity dengan kantor atau infrastruktur negara asing," kata Alto dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Selasa (15/2/2022).

Selain itu, katanya, keberadaan ibu kota baru yang terletak di luar Pulau Jawa memberi peluang yang lebih besar terhadap keberlanjutan pemerintahan apabila mendapat serangan militer konvensional maupun hibrida yang bertujuan melumpuhkan struktur komando dan kontrol (command and control) institusi pemerintah dan pertahanan keamanan. Saat ini, kata Alto, hampir seluruh struktur komando dan kontrol pertahanan keamanan Indonesia berada di Pulau Jawa.

"Otomatis risiko lumpuhnya pemerintahan jika struktur komando dan kontrol Hankam di Pulau Jawa diserang dan atau disabotase dalam skenario serangan nonkonvensional atau hibrida menjadi sangat tinggi. Keberadaan IKN baru di luar pulau Jawa akan mendorong penyebaran unsur komando dan kontrol ke berbagai daerah di luar pulau Jawa, sehingga vulnerability menjadi lebih kecil," paparnya.

Keuntungan lainnya, kata Alto, tingginya jumlah penduduk di Pulau Jawa dan semakin lancarnya akses dari satu kota ke kota lain di Pulau Jawa akan meningkatkan risiko disrupsi pemerintahan akibat pergerakkan massa. Dalam dekader terakhir bisa dilihat bagaimana pergerakan massa ke Jakarta dalam berbagai kesempatan berhasil mengganggu jalannya pemerintahan di ibu kota.

"Dan berimbas pada meningkatnya instabilitas keamanan di skala nasional," katanya.

Dengan berbagai keuntungan dari perspektif intelijen dan keamanan itu, Alto menilai sudah tepat keputusan pemerintah melalui inisiatif Presiden Jokowi untuk memintahkan ibu kota negara ke IKN Nusantara. Alto juga menilai tepat dukungan yang diberikan Badan Intelijen Negara (BIN) terhadap keputusan bersejarah tersebut.

"Sebagai seorang analis konflik dan keamanan, saya sepakat dengan pernyataan Kepala BIN terkait pemindahan IKN ke Kalimantan Timur, dan saya yakin bahwa Presiden Indonesia sudah pasti puas dengan analisis intelijen yang diberikan BIN terkait keputusan pemindahan IKN dimaksud," katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan mendukung sepenuhnya keputusan pemindahan ibu kota negara ke Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Selain sebagai sejarah baru Indonesia, keputusan Presiden Jokowi yang disetujui DPR menunjukkan keinginan untuk mengubah stigma bahwa Indonesia hanya Pulau Jawa. Budi Gunawan mengatakan Indonesia memiliki luas yang melimpah dengan ekosistem yang luar biasa. Dengan pemindahan ibu kota Jokowi ingin tidak ada kesenjangan antara Pulau Jawa dan pulau lainnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon