Update Banjir Paser: 116 Rumah di Desa Sebakung Terisolasi
Senin, 20 Maret 2023 | 00:10 WIB
Paser, Beritasatu.com - Bencana banjir yang melanda Desa Sebakung Makmur, kecamatan Longkali Kabupaten Paser, Kalimantan timur, hingga Minggu (19/3/2023) malam, masih terpantau cukup tinggi. Bahkan, akibat banjir setinggi 1,5 meter itu, 116 kepala keluarga terpaksa harus mengungsi.
Desa Sebakung Makmur menjadi salah satu dari total 4 desa di kecamatan Longkali Kabupaten Paser, Kalimantan timur, yang hingga kini masih terendam banjir dengan ketinggian mencapai 1,5 meter.
Desa Sebakung Makmur yang berada di dataran rendah, menjadi penyebab banjir yang melanda kawasan itu masih cukup tinggi, sehingga mengakibatkan 116 kepala keluarga terpaksa harus mengungsi ke dataran yang lebih tinggi atau ke rumah kerabat yang lebih aman.
Kepala Desa Sebakung Makmur, Sutrisno mengatakan banjir yang melanda pemukiman di desanya itu, dinilai menjadi banjir yang paling parah jika dibandingkan dengan banjir yang terjadi pada tahun 2021 lalu.
Pasalnya, banjir yang terjadi saat ini telah mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, yang artinya lebih tinggi 50 centimeter jika dibandingkan dengan musibah banjir yang terjadi di tahun sebelumnya.
"Banjir sampai sekarang dibanding tahun 2021 lalu ini lebih tinggi 50 centimeter, jadi total ketinggian genangan banjir mencapai sekitar 1,5 meter. Akibatnya ya 116 KK di 116 rumah terdampak banjir ini mas," kata Sutrisno, Minggu (19/3/2023).
Menurutnya, sebagian besar warganya yang terdampak banjir telah memilih untuk mengungsi ke daerah yang lebih tinggi di desa sekitarnya, seperti Desa Gunung Makmur dan Desa Gunung Intan.
Kendati demikian, masih ada sedikitnya 2 kepala keluarga yang belum bisa dievakuasi lantatan lokasinya yang sulit untuk terjangkau.
"Masih ada 2 kk yang hari ini akan kita usahakan untuk jemput dan evakuasi, karena memang lokasinya cukup sulit mas. Tetapi, mayoritas warga korban banjir lainnya sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi ke desa tetangga, seperti Desa Gunung Makmur dan Desa Gunung Intan," imbuhnya.
Sementara itu, untuk mencegah agar banjir susulan tak kembali terjadi, pihak kecamatan Longkali terus mendorong agar pemerintah daerah melanjutkan upaya pembangunan bendungan dan normalisasi sungai Telake.
Hal itu bertujuan untuk meminimalisir dampak banjir yang kerap terjadi saat memasuki musim hujan.
"Kami dari pihak kecamatan terus mendorong agar program pemerintah seperti pembangunan bendungan dan normalisasi sungai untuk terus dilanjutkan. Karena memang itu salah satu upaya untuk meminimalisir dampak banjir yang rutin terjadi setiap tahun," pungkas Camat Longkali, Arfah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




