Bangun Nasionalisme Anak, BNPT dan FKPT Jepara Gelar Lomba Menulis Surat untuk Presiden
Kamis, 29 Juni 2023 | 05:01 WIB
Jepara, Beritasatu.com - Subdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jepara mengadakan lomba menulis surat untuk presiden sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perayaan HUT BNPT ke-13. Lomba ini diselenggarakan di Pendopo Kartini Kabupaten Jepara, Minggu (25/6/2023).
Acara tersebut dibuka oleh Pj Bupati Jepara, Edy Supriyatna, yang diwakili oleh Plt Asisten I Sekda Jepara, Ratib Zaini. Hadir juga dalam acara tersebut Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel Rahmad Suhendro, dan Ketua FKPT Jepara, Lukito Sudi Asmara, yang juga menjabat sebagai Kepala Kesbangpol Jepara.
Dalam sambutannya, Plt Bupati Jepara sangat mengapresiasi kegiatan ini yang diinisiasi oleh BNPT melalui FKPT Jepara dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 525 siswa SD atau MI. "Ini adalah upaya bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan FKPT sebagai mitra strategis dalam menyelenggarakan lomba menulis di Jepara. Ada sekitar 525 siswa, 500 guru, dan orangtua yang hadir. Sebelumnya, belum pernah ada kegiatan seperti ini di Jepara yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme melalui tulisan bagi siswa SD dan Madrasah," katanya seperti dikutip Antara.
Plt Asisten I, Ratib Zaini, menyatakan bahwa sangat tepat jika lomba penulisan surat untuk Presiden diselenggarakan di Bumi Kartini. Pasalnya, tempat ini adalah tempat di mana Raden Ajeng Kartini menulis surat kepada sahabatnya, Ny Abendanon, tentang kegelisahan hatinya sekitar tahun 1899. "Ini juga merupakan jejak sejarah tentang budaya menulis yang diwariskan oleh R.A. Kartini," ujar Ratib.
Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Kolonel Rahmad Suhendro, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah, terutama BNPT, dalam meningkatkan peran siswa SD dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian dan kecintaan mereka pada bangsa dan negara.
"Sejak usia dini, mereka harus ditanamkan kecintaan kepada presiden atau bangsanya. Dan tentunya kegiatan ini juga mendorong anak-anak untuk berani mengeluarkan ide-ide mereka melalui tulisan. Saatnya ide-ide anak harus diungkapkan, jangan ditahan. Termasuk harapan-harapan mereka kepada Presiden," kata Rahmad.
Dengan pesan damai, kata Rahmat, akan tertanam di benak mereka rasa cinta perdamaian, jauh dari kekerasan, dan menghindari hal-hal negatif sejak usia dini. Selain itu, hidup berdampingan dengan perbedaan agama, suku, dan bahasa juga sangat penting dalam memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Setelah melalui proses seleksi oleh dewan juri, terpilihlah pemenang pertama yang diraih oleh Kayia Kirana Sari dari SDN 3 Blingo. Peringkat kedua diraih oleh Amalia Evarina dari SDN 5 Bangsri, dan Viona Shafa dari SDN 07 Suwawal Mlonggo.
Selain itu, peraih posisi harapan pertama hingga ketiga diberikan kepada Atsila Shiqi dari MI Matlaubul Ulum, Raka Putra P dari SDN 5 Tanggultlare, dan Mumtazah Kamilah dari SDN 2 Pelemkerep Mayong. Para pemenang masing-masing akan menerima uang pembinaan dan piagam penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




