Jateng Bangun Sekolah Vokasi di 17 Kecamatan untuk Jawab Persoalan Zonasi Saat PPDB
Rabu, 26 Juli 2023 | 23:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan, Jateng membangun sekolah vokasi di 17 kecamatan untuk menjawab persoalan zonasi saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Ganjar mengatakan hal itu saat mengujungi dan meresmikan SMK Negeri 1 di Desa Metawana, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara. Di samping itu, dia juga menjalankan program Gubernur Sambang Sekolah.
"Ketika kemarin PPDB kita melihat masih banyak sekali sekolah-sekolah yang tidak bisa menampung, maka kita mencoba menghitung kembali daerah-daerah remote area yang membutuhkan sekolah," ujar Ganjar, dalam keterangannya, Rabu (26/7/2023).
Saat ini, Jateng sedang memperbanyak jumlah SMK di remote area yang belum punya sekolah negeri di 17 kecamatan.
Sebanyak 17 daerah tersebut, yaitu Kecamatan Pagentan, Kecamatan Tawangmangu, Dusun Rahtawu Kecamatan Gebog, Kecamatan Kemalang, Kecamatan Pancur, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Batuwarno, Kecamatan Poncowarno, dan Kecamatan Tlogomulyo.
Selanjutnnya, di Kecamatan Bejen, Kecamatan Gladagsari, Kecamatan Kalikotes, Kecamatan Tamansari, Kecamatan Ngaringan, Kecamatan Madukara, Kecamatan Kebonarum, dan Kecamatan Wonosamudra.
Ganjar menekankan pentingnya memperbanyak SMK agar dapat melahirkan tenaga kerja terampil yang relevan dengan upaya hilirisasi yang sedang dikerjakan oleh pemerintah Indonesia.
Oleh karena itu, dia memperkenalkan model sekolah vokasi seperti SMK Negeri 1 Pagentan untuk mencetak lulusan-lulusan yang unggul dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang energi baru terbarukan (EBT).
Dalam acara peresmian ini, Ganjar juga berdialog dengan para pelajar yang hadir dan mendorong mereka untuk siap menghadapi tantangan di masa depan.
Dia berharap dengan semakin banyaknya sekolah vokasi, akan lahir lebih banyak lulusan yang berkualitas dan siap menciptakan inovasi, terutama dalam bidang EBT yang menjadi fokus jurusan di SMK Negeri 1 Pagentan.
Ganjar mengungkapkan kegembiraannya atas fokus jurusan SMK ini pada energi baru terbarukan, dan dia berharap bahwa hal ini akan membawa manfaat di masa depan, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi baterai dan penggunaan electric vehicle.
"Anak-anak di sekolah ini akan dipersiapkan untuk berkontribusi di industri energi yang sedang berkembang," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




