Sambangi Pengungsi Banjir di Purbalingga, Ganjar: Semoga Segera Pulih
Kamis, 29 Januari 2026 | 22:19 WIB
Purbalingga, Beritasatu.com - Mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi sejumlah pos pengungsian korban banjir di Kabupaten Purbalingga. Kehadirannya disambut hangat pengungsi yang masih bertahan di wilayah terdampak.
Meski tidak lagi menjabat sebagai gubernur, Ganjar Pranowo tetap menjadi perhatian warga. Sejumlah pengungsi menyambutnya dengan senyum dan sapaan penuh keakraban.
“Akhirnya gubernur yang dirindukan datang. Alhamdulillah bisa menghibur kami,” ujar pengungsi asal Desa Serang, Fasniah (52).
Ganjar Pranowo menyambangi beberapa titik pengungsian, antara lain Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, pengungsian Vila Sambas dan Gunung Malang di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, serta Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja.
Di setiap lokasi, Ganjar berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi terkini para pengungsi.
“Bapak ibu sehat semua ya. Makanannya cukup. Yang sabar, semoga segera pulih kembali,” kata Ganjar Pranowo kepada wartawan, Kamis (29/1/2026).
Di salah satu titik pengungsian, tercatat lebih dari 200 warga mengungsi, dengan kelompok rentan didominasi lansia dan anak-anak. Ganjar juga meninjau fasilitas pengungsian, termasuk ketersediaan kasur dan selimut.
Kepala Desa Serang, Sugito menyebut, jumlah warganya yang terdampak banjir dan harus mengungsi mencapai lebih dari 2.300 orang.
Ia mengapresiasi kunjungan Ganjar Pranowo yang disertai penyaluran bantuan, terutama perlengkapan sekolah bagi ratusan pelajar terdampak.
“Bantuan berupa seragam, tas, buku, dan alat tulis sangat membantu anak-anak kami yang sekolahnya terdampak banjir,” ujarnya.
Sambutan hangat juga terlihat di Desa Kutabawa. Warga mengenang kunjungan Ganjar pada 2018, saat masih menjabat Gubernur Jawa Tengah, ketika pemerintah provinsi membantu mengatasi persoalan air bersih.
Kepala Desa Kutabawa, Budiyono menjelaskan, bantuan pipa air bersih sepanjang 17 kilometer saat itu berdampak besar terhadap kualitas hidup warga, termasuk menurunkan angka stunting.
“Dulu stunting cukup tinggi, sekarang bisa nol,” katanya.
Namun, infrastruktur pipa air bersih tersebut kini rusak akibat banjir bandang, sehingga warga kembali mengalami kesulitan air bersih.
“Kami kesulitan air bersih lagi seperti sebelum ada bantuan. Harapannya saluran ini bisa segera diperbaiki karena sangat dibutuhkan warga,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




