ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PDIP: Warga Tolak Pilkada via DPRD Bukti Pemilih Indonesia Kritis

Jumat, 9 Januari 2026 | 09:50 WIB
IO
DM
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: DM
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila dan konstitusi tidak hanya menjadi slogan, tetapi diimplementasikan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan daerah.
Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila dan konstitusi tidak hanya menjadi slogan, tetapi diimplementasikan nyata dalam kehidupan sehari-hari dan pembangunan daerah. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo menilai masyarakat yang menolak pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD merupakan cerminan pemilih yang semakin kritis dan sadar politik.

Pernyataan tersebut disampaikan Ganjar menanggapi hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang menunjukkan mayoritas masyarakat tidak setuju jika pilkada dilakukan melalui DPRD.

Menurut Ganjar, sikap publik itu menandakan pemilih saat ini tidak lagi pragmatis. Selain itu, pemilih semakin menolak praktik politik uang, yang kerap dijadikan alasan untuk menghapus sistem pilkada langsung.

ADVERTISEMENT

“Pemilih bisa kritis dengan melakukan kontrol terhadap gagasan yang kurang pas melalui dialog, sekaligus menolak pragmatisme politik uang,” ujar Ganjar saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan, sistem pilkada langsung sejatinya tidak perlu dihapus, melainkan cukup dilakukan perbaikan dalam pelaksanaannya. Salah satu upaya pembenahan yang ia soroti adalah penyiapan calon pemimpin melalui pengkaderan partai politik, baik sebelum maupun saat pencalonan.

Ganjar juga menyinggung berbagai hasil survei serta putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang secara konsisten menghendaki pilkada langsung tetap dipertahankan. “Jika kita mau membaca putusan MK terkait pilkada langsung, mendengarkan pendapat para ahli, atau melihat hasil survei, maka tugas kita selanjutnya adalah memperbaiki pelaksanaannya,” tegasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

NASIONAL
Wacana Pilkada via DPRD, Lemhannas Minta Dikaji Menyeluruh

Wacana Pilkada via DPRD, Lemhannas Minta Dikaji Menyeluruh

NASIONAL
Pilkada Tidak Langsung Dipertanyakan, Demokrasi Jadi Taruhan

Pilkada Tidak Langsung Dipertanyakan, Demokrasi Jadi Taruhan

NASIONAL
Tak Lebih Murah, Pilkada via DPRD Picu Transaksi Elite-Korupsi Politik

Tak Lebih Murah, Pilkada via DPRD Picu Transaksi Elite-Korupsi Politik

NASIONAL
Wacana Pilkada Tidak Langsung, Perludem Nilai Sarat Motif Kekuasaan

Wacana Pilkada Tidak Langsung, Perludem Nilai Sarat Motif Kekuasaan

NASIONAL
Perludem Kritik Alasan Efisiensi di Balik Wacana Pilkada Tak Langsung

Perludem Kritik Alasan Efisiensi di Balik Wacana Pilkada Tak Langsung

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon