ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perludem Kritik Alasan Efisiensi di Balik Wacana Pilkada Tak Langsung

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:00 WIB
HM
DM
Penulis: Hanif Musyaffa | Editor: DM
Peniliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Iqbal Kholidin, mempertanyakan alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dasar munculnya wacana penerapan pilkada tidak langsung atau lewat DPRD. Perludem mendesak partai politik yang menyetujui gagasan tersebut untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut secara mendalam.
Peniliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Iqbal Kholidin, mempertanyakan alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dasar munculnya wacana penerapan pilkada tidak langsung atau lewat DPRD. Perludem mendesak partai politik yang menyetujui gagasan tersebut untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut secara mendalam. (Beritasatu.com/Hanif Musyaffa)

Jakarta, Beritasatu.com - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mempertanyakan alasan efisiensi anggaran yang kerap dijadikan dasar munculnya wacana penerapan pilkada tidak langsung atau lewat DPRD. Perludem mendesak partai politik yang menyetujui gagasan tersebut untuk mengkaji ulang kebijakan tersebut secara mendalam.

Peneliti Perludem, Iqbal Kholidin, menilai besarnya anggaran pilkada maupun keinginan melakukan penghematan tidak serta-merta dapat diselesaikan dengan mengubah mekanisme pemilihan kepala daerah menjadi tidak langsung.

“Yang perlu dipertanyakan terlebih dahulu, mahal itu di mana? Apakah pada biaya penyelenggaraan pilkadanya atau justru biaya politiknya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut Iqbal, upaya efisiensi anggaran baru dapat dicapai apabila tata kelola penyelenggaraan pilkada dibenahi terlebih dahulu. Ia menyoroti berbagai komponen biaya yang selama ini membengkak, seperti biaya kampanye politik dan pendaftaran internal di partai politik.

Perludem menegaskan, masih banyak opsi efisiensi yang dapat ditempuh tanpa harus mengubah sistem pilkada langsung yang sudah berjalan. Langkah tersebut, antara lain melalui penguatan pengawasan penyelenggaraan, perbaikan pemungutan suara, hingga pengetatan aturan kampanye peserta pilkada.

“Opsi-opsi itu bisa kita atur dan akan kami usulkan,” tambah Iqbal.

Perludem memandang alasan efisiensi anggaran kerap dijadikan pembenaran semata. Menurut mereka, perebutan kekuasaan di kalangan elite politik justru dinilai menjadi faktor yang lebih dominan di balik menguatnya wacana pilkada tidak langsung.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

Lembaga Survei Nilai Pilkada lewat DPRD Perlu Dikaji Ulang

NASIONAL
Wacana Pilkada via DPRD, Lemhannas Minta Dikaji Menyeluruh

Wacana Pilkada via DPRD, Lemhannas Minta Dikaji Menyeluruh

NASIONAL
Pilkada Tidak Langsung Dipertanyakan, Demokrasi Jadi Taruhan

Pilkada Tidak Langsung Dipertanyakan, Demokrasi Jadi Taruhan

NASIONAL
Tak Lebih Murah, Pilkada via DPRD Picu Transaksi Elite-Korupsi Politik

Tak Lebih Murah, Pilkada via DPRD Picu Transaksi Elite-Korupsi Politik

NASIONAL
Wacana Pilkada Tidak Langsung, Perludem Nilai Sarat Motif Kekuasaan

Wacana Pilkada Tidak Langsung, Perludem Nilai Sarat Motif Kekuasaan

NASIONAL
Komisi II DPR: Semua Opsi Perubahan Sistem Pilkada Terbuka

Komisi II DPR: Semua Opsi Perubahan Sistem Pilkada Terbuka

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon